Melestarikan Adat Istiadat Melayu Melalui Pasar Kamu Deli Serdang

  • 28 Feb 2025 11:20 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Pasar Kamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menawarkan pengalaman kuliner tradisional yang mengingatkan pada masa lampau. Pasar ini menjadi destinasi menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga pada hari Minggu sembari menikmati berbagai menu sarapan tradisional. Pasar Kamu, yang merupakan singkatan dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda, berlokasi di Jalan Perintis, Dusun II, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu. Pasar ini hanya beroperasi pada hari Minggu dan berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

Dedy, salah satu penggagas Pasar Kamu, menceritakan bahwa ide pembuatan pasar ini muncul pada Januari 2020.

“Saya punya ide membuat sentra sarapan khusus di hari Minggu, yang sekarang bernama Pasar Kamu,” ujarnya pada Jumat (28/02/2024).

Nurul, salah seorang pedagang di Pasar Kamu, mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar Pantai Labu memiliki potensi kuliner tradisional yang seharusnya dilestarikan secara turun-temurun. Namun, keterampilan memasak dan membuat kue tradisional tersebut kini hampir terlupakan.

“Berbagai macam kue khas Melayu di Kampong Lama, seperti kue rasida, kue dangai, kue kekaras, kue lempeng torak, kue pulut panggang, kue makmur, dan pulut kuning ayam panggang, biasanya disajikan dalam ritual keagamaan atau prosesi adat seperti kenduri, perkawinan, dan khitanan,” ungkap Nurul.

Yang membuat Pasar Kamu semakin unik adalah sistem transaksi yang tidak menggunakan uang rupiah. Sebagai gantinya, alat tukar yang digunakan adalah potongan tempurung kelapa berukir yang dibentuk menyerupai koin. Alat tukar ini disebut tempu, sebutan lokal di Kampong Lama untuk batok kelapa.

Kue-kue tradisional yang dijual di Pasar Kamu tidak hanya lezat tetapi juga sehat. Bahkan, kue khas Melayu yang ditawarkan mengusung konsep sehat dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pengawet, pewarna buatan, atau penyedap rasa. Kemasannya pun menggunakan bahan organik seperti daun pisang, sehingga semakin memperkuat nilai tradisional dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....