Parkir Liar Bukan Budaya Kita
- 29 Jan 2026 13:16 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan: Fenomena parkir liar masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat di Kota Medan. Hal ini menjadi isu utama dalam perbincangan program Markobar (Mari Kita Ngobrol dan Berbagi Kabar) di Pro 4 RRI Medan yang mengangkat tema Budaya Parkir di Kota Medan pada Rabu pagi 28 Januari 2026.
Sejumlah pendengar berbagi pengalaman terkait parkir liar yang kerap ditemui di ruang publik, mulai dari kawasan permukiman, minimarket, hingga pusat perbelanjaan. Mayoritas pendengar menilai parkir di Kota Medan masih belum tertib dan jauh dari kata berbudaya.
Salah seorang pendengar, Sintia, mengungkapkan bahwa parkir sembarangan masih sering terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, tidak jarang muncul juru parkir liar yang tiba-tiba meminta bayaran, meskipun kendaraan diparkir di area yang seharusnya gratis.
“Kadang sudah jelas parkir gratis, tapi tiba-tiba ada yang datang minta uang. Itu bikin tidak nyaman,” ujarnya.
Pendengar lain, Icha, menilai parkir liar sangat mengganggu pengguna jalan dan pejalan kaki. Kendaraan yang diparkir di pinggir jalan atau di trotoar kerap mempersempit ruang gerak, bahkan membahayakan penyandang disabilitas.
“Harusnya jalan itu bisa dilewati dengan nyaman, tapi jadi sempit karena parkir sembarangan,” katanya.
Sementara itu, Ririn, pendengar dari Galang, menyampaikan kondisi parkir di wilayahnya relatif lebih tertib karena ukuran kota yang lebih kecil dan adanya kesadaran masyarakat. Namun, ia mengakui praktik parkir liar masih sering ditemui di kawasan perkotaan seperti Medan.
Dalam diskusi tersebut, para pendengar juga menyampaikan sejumlah solusi, di antaranya penegakan aturan yang tegas terhadap parkir sembarangan, penyediaan fasilitas parkir yang memadai, serta penertiban juru parkir liar. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memberi uang kepada juru parkir yang tidak memiliki identitas resmi.
Melalui perbincangan ini, Markobar menegaskan bahwa parkir tertib merupakan bagian dari budaya tanggung jawab bersama. Parkir liar bukan budaya kita, karena ketertiban berlalu lintas mencerminkan sikap saling menghargai dan kepedulian terhadap kenyamanan bersama di ruang publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....