Perbasasi Jateng Wujudkan Prestasi dan Tata Kelola Organisasi
- 22 Jul 2022 04:15 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jateng yang diketuai Ir Devri Alfiandy MSi diminta berlari dalam segi prestasi dan tata kelola organisasi.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana dalam rapat koordinasi (rakor) Pengprov Perbasasi di Hotel Kesambi Hijau Semarang, Minggu (17/7/2022). Rakor yang dihadiri utusan 19 pengkab/pengkot Perbasasi menjadi agenda rapat kerja pertama sejak Devri terpilih menjadi ketua umum Pengprov periode 2022-2026 dalam Musprov maret lalu.
''Kami berharap, Perbasasi Jateng mampu berlari mengejar prestasi cabang-cabang yang lain di kancah nasional. Rapat ini hendaknya dijadikan momentum untuk mengelola organisasi yang solid dan mengedepankan good organization governance,'' katanya.
Bona menaruh harapan besar pada Perbasasi. Pasalnya, cabang ini melalui tim bisbol putra dan sofbol putri mampu merebut tiket ke PON XX Papua. Terakhir, sofbol Jateng bertanding di PON XII 1989 dan PON XIII 1993 Jakarta.
Di bagian lain, Devri Alfiandy menjelaskan, banyak hal yang dirumuskan dalam rakor konsolidasi tersebut. Pertama, adalah penyegaran organisasi di level pengkab/pengkot. Saat ini ada beberapa kabupaten/kota yang kepengurusan perlu disegarkan karena masa baktinya habis semisal Kabupaten Semarang, Kendal, Kudus, Kota Salatiga dan Tegal.Yang kedua, program kerja pembinaan dengan menyiapkan Porprov 2023 di Kabupaten Grobogan, agenda Perbasasi Goes to School serta pelatihan pelatih dan umpire (pemimpin pertandingan).
Terkait dengan Porprov, kata Devri, pihaknya berencana menggelar babak kualifikasi di Kota Semarang atau Surakarta pada Oktober 2022 mendatang. Pada Porprov 2023, lanjut dia, pihaknya hanya akan menggelar cabang sofbol putra dan putri, karena untuk bisbol setelah dievaluasi kemungkinan cuma diikuti tiga tim.
''Harapan kami, dengan konsolidasi dan program kerja, muncul atlet sofbol dan bisbol andal. Jateng juga punya atlet sofbol putri nasional Monika Laras Ratri Andriana yang bisa menginspirasi atlet lain,'' ujar Wakabid I Mobilisasi Sumber Daya dan Dana KONI Jateng tersebut.
Terkait dengan tantangan pembinaan Perbasasi di Jateng? Devri mengakui, salah satu kendala yang dihadapi dalam regenerasi adalah keberadaan lapangan yang representatif. Bahkan, sejak dirinya menjadi pemain Jateng di kejurnas junior era 1980-an hingga PON 1989 dan 1993, belum ada lapangan untuk latihan.
''Ini menjadi tantangan buat kami para pengurus baru, bagaimana pemain kami bisa mendapatkan lapangan ideal untuk berlatih dengan nyaman dan penuh semangat,'' imbuh mantan Ketua Gapensi Kota Semarang itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....