Syekh Madian, Sahabat Diskusi dan Murid
- 27 Apr 2026 09:27 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Syekh Madian Abdul Djalil Harahap adalah seorang ulama asal Kabupaten Langkat. Diantara alim ulama yang menjadi teman berdiskusi beliau adalah tokoh ulama langkat seperti: Tuan Syekh Muim Al-Wahab, Faqih Abdul Khaliq Jabbar, Kyai Abdul Karim Harun, Tuan Thaharuddin Ali, Guru Abdullah Nuntak (Guru Dolah), Syekh Ahmad Fuad Said,.
Kemudian Tuan Junid Athari, Tuan Haji Ahmad Ridhwan Ambah, Tuan Haji Muhammad Ridhwan (Ridhwan Tembakau), Tuan Azhari Ismail Rawa dan lainnya.
Syekh Madyan memiliki murid yang banyak, baik di kalangan ahli ilmu maupun masyarakat biasa yang mendengar isi pengajian beliau. Diantara para murid yang menjadi tokoh di Langkat adalah: Tuan Mualim H. Muhammad Said Harahap, Tuan Khairuddin Azhari Rawa, Ustadz H. Zikmal Fuad (Tuan Guru Besilam sejak tahun 2019), Ustadz H. Usman Tambusai, Ustadz Muhammad Amin Syahruddin Said.
Kemudian Ustadz Ahmad pengajar Darusshofa Medan, Ustadz Muhammad Husni Pematang Tengah, Ummi Dra. Ulfah Rahmawaty, S.Ag (Pimpinan Ponpes Azzuhroh Besilam) dan lainnya.
Di masa senjanya terkadang masih mengajar di Madrasah Besar Tuan Guru. Suatu malam beliau terjatuh di kamar saat listrik padam, membuat tulang bagian pinggul sedikit retak disebabkan usia yang sudah sepuh.
Beberapa minggu sebelum wafat beliau sempat memberi pengajaran dan menyitir satu ayat tentang keimanan dan pengharapan berjumpa Tuhan, ayat terakhir dari Surah Al-Kahfi yang artinya:
“Katakanlah, sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan jangan ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya."
Beliau membacakan ayat tersebut dan memberi sedikit penjelasan dalam keadaan berbaring. Beliau dibawa berobat dan tinggal di rumah salah satu putranya berpropesi sebagai dokter di Perbaungan dan wafat di sana pada malam ahad 16 Rajab 1426 H - 20 Agustus 2005.
Jenazahnya dibawa ke Babussalam dan dikebumikan pada hari ahad setelah sholat zuhur. Beliau disholatkan di Madrasah Besar Tuan Guru dan yang bertindak sebagai Imam adalah Ustadz H. Rustam Effendi putra beliau, pada saat itu persulukan Babussalam dipimpin oleh TG Syekh Haji Hasyim Syarwani Al-Khalidi. Syekh Madyan meninggalkan murid yang banyak dan satu lembaga pendidikan bernama Pondok Pesantren Azzuhroh Besilam.
Tuan Guru Besilam, Syekh Zikmal Fuad dalam bukunya “Syekh Muim Al-Wahab Al-Khalidi: "Biografi, Warisan, Keilmuan dan Kontribusi Dakwah", mengomentari sosok Syekh H. Madyan Abdul Jalil: “Beliau merupakan sahabat sekaligus ipar kepada Syekh Muim. Beliau seorang ulama kenamaan di kabupaten langkat, ahli dalam ilmu fikih dan tauhid.
Pada masanya beliau menjadi tempat rujukan tentang hukum-hakam. Pada masa belajar degree dan master, penulis selalu berkunjung ke rumah beliau untuk menimba ilmu-ilmu agama di rumahnya. Kepergiannya ke hadirat Ilahi ditangisi ribuan peziarah”.
Semoga Allah Merahmati Syekh H. Madyan Abd Jalil dan menempatkan beliau ditempat tertinggi di Firdaus al a’la. Amiin.
Penulis : H Shufi Amri Tambusey Al Maghribi, Pengasuh PP Azzuhroh Besilam sekaligus Pendiri dan pembina Zawiyah Nusantara Maroko Periode 2021-2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....