India Perkuat Kedaulatan AI Nasional
- 11 Feb 2026 09:46 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Graphics Processing Unit (GPU) merupakan chip khusus yang dirancang untuk memproses perhitungan kompleks berkecepatan tinggi. Perangkat ini menjadi fondasi utama pengembangan machine learning, large language model, pengenalan gambar dan analisis data skala besar.
India mencatat tonggak penting dengan kapasitas komputasi nasional melampaui 34.000 GPU melalui IndiaAI Mission yang strategis. Menteri Elektronika dan Teknologi Informasi Ashwini Vaishnaw menyebut capaian ini sebagai langkah besar memperkuat kedaulatan kecerdasan buatan nasional.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang IndiaAI – Make AI in India, Make AI Work for India di New Delhi. Forum ini menjadi panggung peluncuran berbagai inisiatif percepatan ekosistem kecerdasan buatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ashwini Vaishnaw menegaskan bahwa teknologi canggih tidak boleh terkonsentrasi pada segelintir kelompok atau korporasi besar. Ia mengutip visi Perdana Menteri Narendra Modi tentang demokratisasi teknologi untuk mendorong pemerataan inovasi nasional.
Sebanyak 15.916 GPU tambahan melengkapi 18.417 GPU yang telah terdaftar dalam sistem nasional sebelumnya. Total 34.333 GPU tersebut tersedia melalui platform komputasi awan sebagai infrastruktur bersama untuk pelatihan dan inferensi AI.
Kapasitas komputasi ini ditujukan bagi startup, peneliti, perguruan tinggi dan organisasi sektor publik di seluruh India. Dukungan infrastruktur melibatkan sejumlah perusahaan teknologi nasional sebagai mitra penyedia layanan komputasi. Penguatan infrastruktur berjalan seiring pengembangan foundation model berbasis data khas dan kebutuhan domestik India. Sejak pembukaan proposal resmi, tercatat 506 usulan dari pelaku ekosistem AI nasional yang terus berkembang.
Sarvam AI sebelumnya dipilih membangun Sovereign Large Language Model berkapasitas 120 miliar parameter untuk kepentingan publik. Model tersebut diarahkan mendukung tata kelola pemerintahan digital serta peningkatan kualitas layanan publik berbasis kecerdasan buatan.
Melalui proses evaluasi bertahap oleh panel ahli independen, tiga startup tambahan resmi ditetapkan pemerintah. Soket AI, Gnani AI dan Gan AI akan mengembangkan model multibahasa untuk sektor pertahanan, kesehatan dan pendidikan.
Selain komputasi dan model, pemerintah memperkuat repositori nasional melalui platform AI Kosh yang terbuka. Menurut Ashwini Vaishnaw, sebanyak 367 dataset telah diunggah untuk memperluas akses riset dan inovasi.
India juga akan menggelar India AI Impact Summit pada 16–20 Februari 2026 di New Delhi. Forum global ini diproyeksikan menghadirkan lebih dari 100 negara bersama pemimpin pemerintahan dan industri teknologi.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan pendekatan komprehensif India dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan berdaulat. Momentum ini sekaligus membuka peluang bagi pemangku kepentingan Indonesia untuk terlibat aktif dalam kolaborasi global.
(Penulis: Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel)