Kemitraan India–Afrika Kian Strategis
- 25 Jan 2026 14:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kemitraan antara India dan Afrika dinilai semakin relevan pada dekade 2020-an di tengah perubahan geopolitik global yang cepat. Hubungan tersebut didorong empati masyarakat India terhadap Afrika serta penghormatan Afrika atas keberhasilan demokrasi dan pertumbuhan ekonomi India.
India dan Afrika masing-masing menaungi sekitar 1,4 miliar penduduk yang berpotensi saling mendukung tata kelola dan kemakmuran bersama. Kemitraan India–Afrika umumnya dinilai melalui empat dimensi utama yakni multilateral, kontinental, regional dan bilateral.
Pada dimensi multilateral, India dan Afrika lama bekerja sama di PBB dalam isu dekolonisasi, pembangunan dan penjaga perdamaian. India hingga kini berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian PBB di beberapa negara Afrika yang masih dilanda konflik.
Kedua pihak juga terus mendorong reformasi PBB khususnya Dewan Keamanan di tengah tekanan terhadap multilateralisme global. Diplomasi India secara aktif mendukung isu penghapusan utang Afrika, transisi energi adil dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Peran India sebagai Presiden G20 2022–2023 turut mendorong diterimanya Uni Afrika sebagai anggota penuh G20. India juga mendukung masuknya Mesir dan Ethiopia dalam perluasan keanggotaan BRICS tahap pertama.
Dimensi kontinental diperkuat melalui Forum India–Afrika yang pertama kali digelar pada 2008. Dua KTT lanjutan diselenggarakan pada 2011 dan 2015 dengan fokus memperluas kerja sama pembangunan.
KTT India–Afrika berikutnya direncanakan berlangsung pada 2026 setelah tertunda akibat pandemi COVID-19. Forum tersebut dinilai penting untuk merumuskan strategi bersama Global Selatan menghadapi perubahan geopolitik dunia.
Dimensi regional diwujudkan melalui kerja sama India dengan berbagai Komunitas Ekonomi Regional Afrika. Keterlibatan dunia usaha India difasilitasi melalui interaksi dengan EAC, COMESA dan SADC.
Para ahli menilai komunitas regional efektif mendorong perdagangan, investasi dan kerja sama mineral kritis Afrika. Jalur bilateral tetap menjadi pilar utama dengan India membuka 18 kedutaan besar baru di Afrika.
Kedutaan tersebut memperkuat koneksi diplomatik, bisnis, lembaga pemikir dan pemangku kepentingan lainnya. Dialog politik diperkuat melalui kunjungan tingkat tinggi India ke berbagai negara Afrika pascapandemi.
Selama 2022–2025, India melakukan 12 kunjungan VVIP ke 17 negara Afrika. India juga aktif membantu Afrika selama pandemi melalui pasokan vaksin dan peralatan medis. Dua fokus utama kemitraan ke depan adalah perdagangan serta kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur.
Perdagangan India–Afrika diperkirakan mencapai USD 103 miliar pada tahun fiskal 2025. India menargetkan nilai perdagangan tersebut meningkat menjadi USD 200 miliar pada 2030 mendatang. Kemitraan India–Afrika dinilai memiliki masa depan menjanjikan jika didukung komitmen politik dan sumber daya memadai.
(Penulis: Duta Besar India, Rajiv Bhatia adalah Distinguished Fellow di Gateway House, Mumbai. Ia merupakan mantan Komisaris Tinggi India untuk Kenya, Afrika Selatan, dan Lesotho. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Indian Council of World Affairs (ICWA) pada periode 2012–15. Bukunya India–Africa Relations: Changing Horizons (Routledge, 2022) mendapat apresiasi luas dari para kritikus.)