India–Uni Eropa Dorong Finalisasi FTA
- 25 Jan 2026 14:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - India dan Uni Eropa telah menjalin kemitraan strategis sejak 2004 dan terus memperkuat hubungan politik, ekonomi dan kelembagaan. Uni Eropa muncul sebagai salah satu mitra perdagangan dan investasi terbesar India dengan nilai transaksi tahunan mencapai EUR 120-135 miliar.
Berbagai mekanisme dialog, termasuk format Troika, dimanfaatkan untuk memperdalam kerja sama demi kepentingan strategis bersama kedua pihak. Meski kemajuan perjanjian perdagangan bilateral berlangsung lambat, dinamika geopolitik global mendorong percepatan penyelesaian Free Trade Agreement (FTA) India–Uni Eropa.
Disrupsi aliansi Trans-Atlantik akibat unilateralisme Amerika Serikat meningkatkan urgensi bagi India dan Uni Eropa menyelesaikan perjanjian perdagangan. Kedua pihak berharap kesenjangan negosiasi dapat dituntaskan sebelum Januari 2026, bertepatan dengan KTT India–Uni Eropa di New Delhi.
India juga mengundang pimpinan Uni Eropa sebagai Tamu Kehormatan Hari Republik pada 26 Januari sebagai simbol penguatan hubungan. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Ketua Dewan Eropa António Costa diperkirakan menghadiri peringatan tersebut.
Gestur diplomatik ini mencerminkan perubahan pendekatan kedua pihak dalam menghadapi situasi global yang semakin volatil dan kompleks. Perbedaan pandangan terkait konflik Rusia–Ukraina dan impor minyak Rusia tidak menghalangi intensifikasi dialog tingkat tinggi.
Pragmatisme ekonomi mendorong Uni Eropa menyesuaikan sikap terhadap India sebagai ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat dunia. India kini melampaui Inggris dan Jepang dan menjadi ekonomi terbesar keempat dalam waktu relatif singkat.
Kontak tingkat tinggi meningkat signifikan, termasuk kunjungan 22 Komisaris Uni Eropa ke India untuk pertama kalinya. Kanselir Jerman Merz juga menandatangani lebih dari dua lusin perjanjian dalam kunjungan kenegaraan terbarunya ke India.
Prancis memperkuat kemitraan strategis melalui dialog bilateral dan rencana finalisasi pembelian ratusan pesawat tempur Rafale. Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar mengawali tahun dengan kunjungan ke Prancis dan Luksemburg.
Kedua pihak mengeksplorasi kerja sama inovasi, teknologi, pendidikan, kesehatan dan mobilitas dalam Tahun Inovasi India–Prancis. Isu strategis seperti pertahanan, keamanan maritim, antariksa, nuklir sipil dan ekonomi turut menjadi fokus pembahasan.
India dan Uni Eropa juga menilai potensi besar Koridor IMEC untuk konektivitas India, Timur Tengah dan Eropa. Perundingan perdagangan yang berlangsung dua dekade kini mendekati titik temu pada isu akses pasar dan hambatan teknis.
Perbedaan terkait pertanian, otomotif, Indikasi Geografis dan mekanisme CBAM Uni Eropa telah dipersempit secara signifikan. Perjanjian ini diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi produk India yang padat karya. Kerja sama bilateral juga meluas ke perubahan iklim, kontra-terorisme, teknologi digital dan energi terbarukan.
India dan Uni Eropa menegaskan hubungan masa depan harus dilandasi saling menghormati, kepentingan bersama dan kepekaan strategis. Kedua pihak dinilai memiliki fondasi kuat membangun kemitraan strategis demokratis yang produktif bagi tatanan global abad ke-21.
(Penulis: Anil Trigunayat, mantan Duta Besar India untuk Yordania, Libya, dan Malta serta peneliti kehormatan di lembaga pemikir terkemuka seperti Vivekananda International Foundation dan United Services Institute of India.)