Pentingnya Etika dan Nilai Islam dalam Konten Lebaran

  • 09 Apr 2025 11:55 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Maraknya konten video yang menampilkan aksi berjoget sambil membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) di media sosial menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, D. H Hasrat Efendi Samosir menanggapi hal ini sebagai kecenderungan masyarakat yang sering mengikuti budaya luar tanpa memahami dasar dan nilainya.

"Ini sangat viral, ada yang menyampaikan itu tari Yahudi, ada juga yang bilang itu tari tradisional Finlandia. Tapi kita memang sering imitasi, penyakit kita ini ikut-ikutan. Maka sebenarnya yang paling baik itu kita ikut tapi tahu dasar ilmunya," ujar Hasrat dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).

Hasrat Efendi menilai, batasan-batasan dalam Islam terkait berjoget, terutama jika dilakukan secara terbuka atau melibatkan orang yang bukan mahram harus diperhatikan secara bijak.

"Kalau mau memberi, okelah kalau keluarga, kalau anak-anak. Tapi ipar itu bukan mahram kita, atau orang lain kita suruh di kantor berjoget, terus ini bagaimana hukumnya? Liuk-liuk atau bentuk perempuan itu berjoget, segala macam," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pandangan moderat yang menyebut tiga hal yang harus dihindari dalam musik dan tarian agar tidak keluar dari nilai-nilai keislaman.

"Yang pertama, melalaikan. Kedua, maksiat. Dan ketiga, menyatunya laki-laki dan perempuan. Ini yang tidak boleh ada dalam musik ataupun tarian," ujarnya.

Hasrat mengajak masyarakat agar bijak dalam membuat dan menyebarkan konten di media sosial dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesopanan dan ajaran Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....