Kisah Pertumbuhan India: Demokrasi, Pembangunan, Permintaan & Ketegasan

  • 01 Feb 2025 16:37 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Kemajuan dan pertumbuhan multifaset India, khususnya selama dekade terakhir, sangat luar biasa. Hal itu menempatkannya dalam posisi yang sangat menjanjikan untuk mencapai tujuan aspirasinya. Aspirasi yang dimaksud adalah 'Viksit Bharat' (India Maju) pada 2047, saat memperingati seratus tahun kemerdekaannya.

Pada 2014, Perdana Menteri Narendra Modi memimpin kemenangan Partai Bharatiya Janata (BJP) dengan mayoritas mutlak dalam pemilihan parlemen. Pertama kalinya sebuah partai tunggal memenangkan mayoritas mutlak sejak 30 tahun terakhir. Ia mengulangi prestasi tersebut dengan mayoritas yang lebih besar dalam pemilu 2019.

Pada 2024, ketika dunia menyaksikan gelombang anti-pemerintah, PM Modi kembali meraih kemenangan dengan dukungan yang meyakinkan untuk masa jabatan ketiga berturut-turut bersama mitra koalisinya. Setelah pemilu parlemen, BJP dan mitranya juga menang secara meyakinkan dalam pemilu legislatif di negara bagian besar seperti Maharashtra dan Haryana, membuktikan dukungan tak terbantahkan dari rakyat. Demokrasi telah menjadi kekuatan dan ciri khas India sejak kemerdekaannya, yang memberikan stabilitas, keamanan, dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Pertumbuhan Ekonomi

Dekade terakhir juga menyaksikan ekspansi ekonomi dan kenaikan India yang mengesankan. Pada 2014, India adalah ekonomi terbesar ke-10 di dunia. Saat ini, India telah naik lima peringkat menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia. Dalam dua tahun lagi, India diproyeksikan akan menjadi ekonomi terbesar ketiga, menggantikan posisi Jerman dan Jepang. India saat ini adalah ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan PDB yang meningkat sebesar 8,2% pada tahun keuangan 2022 dan 6,4% pada tahun 2023.

Proyeksi untuk tahun keuangan 2024 adalah 6,6%. India diperkirakan akan terus tumbuh pada tingkat yang mengesankan di tahun-tahun mendatang dan menjadi ekonomi senilai USD 5 triliun pada tahun 2030. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa India adalah 'cahaya harapan' di tengah situasi ekonomi global yang suram.

Hampir 70% PDB India didorong oleh permintaan domestik dan konsumsi swasta. Selain itu, PDB juga didukung oleh pengeluaran pemerintah, investasi, dan ekspor. Ini dicapai melalui berbagai reformasi struktural seperti implementasi rezim Pajak Barang dan Jasa (GST). GST menyederhanakan sistem pajak tidak langsung, meningkatkan kemudahan berbisnis, dan kepatuhan pajak.

Digitalisasi dan inovasi, termasuk Infrastruktur Publik Digital, mendorong pertumbuhan startup dan ekonomi digital melalui inisiatif seperti Digital India. Program seperti Make in India dan Product Linked Incentive Scheme berperan penting dalam mendorong pertumbuhan. Selain itu, fokus pada energi terbarukan menunjukkan komitmen India terhadap pembangunan berkelanjutan.

Potensi Demografis

India memiliki keuntungan demografis yang besar yang mendukung pertumbuhan ekonominya. Sekitar 65% penduduknya berusia di bawah 35 tahun, dengan hanya sekitar 5% berusia di atas 65 tahun. Usia rata-rata penduduknya adalah sekitar 28 tahun, jauh lebih rendah dibandingkan usia rata-rata negara besar lainnya seperti Amerika Serikat dan Cina.

Sementara dunia sedang mengalami penuaan, India memiliki peluang besar dengan populasi muda yang dapat meningkatkan konsumsi, produksi, dan pertumbuhan ekonomi. India memiliki lebih dari 600 juta penduduk berusia antara 18 hingga 35 tahun.

Dividen demografis India diperkirakan akan terus berlanjut hingga setidaknya tahun 2055–56 dan mencapai puncaknya sekitar tahun 2041, ketika populasi usia kerja (20–59 tahun) diperkirakan mencapai 59%. Ini adalah peluang yang bertekad dimanfaatkan sepenuhnya oleh India.

Ambisi India untuk menjadi pusat manufaktur global dan pemimpin teknologi terkait erat dengan peningkatan keterampilan pekerjanya. Kemajuan telah berjalan, dengan hampir 10 juta pemuda mendapat manfaat dari program Skill India setiap tahunnya. Meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga menjadi kunci bagi pertumbuhan masa depan India, dan India bekerja keras untuk mencapai tujuan ini.

Hubungan Luar Negeri

Dalam bidang hubungan luar negeri, India telah mengejar kebijakan yang berani, proaktif, dan percaya diri. Dalam hubungannya dengan Amerika Serikat, India telah "mengatasi keraguan sejarah" dan membangun 'Kemitraan Kepercayaan'. Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar India dalam barang dan jasa, serta pemasok peralatan pertahanan canggih terbesar kedua.

India dan AS terlibat dalam sekitar 60 mekanisme dialog substantif yang mencakup berbagai bidang seperti teknologi, keamanan siber, energi, kesehatan, pendidikan, dan keamanan. India juga menjaga hubungan yang telah teruji waktu dengan Rusia, termasuk impor minyak Rusia dalam jumlah besar, tanpa secara langsung mengkritik atau mengutuk serangannya terhadap Ukraina.

India tetap teguh melawan kebijakan agresif dan ekspansionis China. Dengan kebijakan 'Neighborhood First' dan kesabaran strategis, India memberikan dukungan yang murah hati kepada negara-negara tetangganya dalam masa sulit dan pembangunan ekonomi mereka.

Jangkauan India ke Selatan Global, termasuk penyediaan lebih dari 300 juta dosis vaksin COVID-19, sebagian besar secara gratis, ke lebih dari 100 negara, mencerminkan perannya sebagai 'Vishwa Bandhu' (Sahabat Dunia).

Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kebijakan luar negerinya yang tegas selama dekade terakhir telah meningkatkan prestise global India. Kemudian memberikan rakyatnya harapan serta keyakinan untuk mencapai tujuan menjadi negara. Diantaranya kedamaian, makmur, dan maju pada 2047, ketika merayakan seratus tahun kemerdekaannya.

Ashok Sajjanhar merupakan mantan Duta Besar India untuk Kazakhstan, Swedia, dan Latvia. Pernah bekerja di berbagai posisi diplomatik di Washington DC, Brussels, Dhaka, dan Bangkok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....