Indo-Pasifik dalam Sorotan Tajam

  • 01 Feb 2025 16:05 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan:Kebijaksanaan umum di kalangan akademisi dan diplomat menyatakan bahwa dunia tidak mampu menghadapi lebih banyak gejolak. Eropa dan Timur Tengah sedang dilanda konflik. Selain itu, perubahan penting sedang terjadi dengan pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika. Dalam konteks ini, kawasan Indo-Pasifik harus dipertimbangkan secara serius. Perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik bukanlah pilihan. Hal ini merupakan suatu keharusan.

Pentingnya kawasan Indo-Pasifik sudah diketahui, tetapi perlu ditegaskan kembali. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan mencakup empat benua: Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Wilayah ini juga dihuni oleh 60% populasi dunia serta menyumbang dua pertiga dari total output ekonomi global. Kawasan ini juga merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Sebanyak 50% perdagangan global dan 40% minyak mentah dunia melewati jalur laut Indo-Pasifik. Bagi India, kawasan ini sangat krusial karena mencakup 90% perdagangan dan 80% kargo penting seperti batu bara, minyak, gas, bijih besi, serta pupuk. Oleh karena itu, pentingnya kawasan Indo-Pasifik tidak dapat dilebih-lebihkan, baik bagi dunia maupun bagi India.

Tantangan strategis utama di kawasan ini adalah memastikan bahwa Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka. Prinsip supremasi hukum, nilai-nilai demokrasi, kedaulatan, serta integritas wilayah harus dijunjung tinggi. Tata kelola berbasis aturan di kawasan ini merupakan kebutuhan mendesak. Secara konkret, ini berarti mencegah dominasi oleh satu kekuatan tunggal.

Di sinilah kerangka keamanan Quadrilateral (Quad) berperan. Asal-usul Quad dan peran Shinzo Abe dalam pembentukannya sudah sangat dikenal. Penolakan China terhadap Quad juga sudah diketahui. Mantan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pernah menyatakan bahwa Quad akan lenyap seperti buih di lautan. Namun, kenyataannya, empat negara maritim demokratis—AS, India, Jepang, dan Australia—telah bersatu. Mereka membentuk aliansi untuk mengembangkan proyek strategis di Indo-Pasifik.

Apakah Quad merupakan kelompok keamanan atau bukan bukanlah inti permasalahan Indo-Pasifik. Yang jelas, Quad tidak berfokus pada keamanan tradisional seperti senjata, artileri, dan tank. Namun, Quad menangani berbagai aspek keamanan non-tradisional. Ini mencakup keamanan kesehatan, keamanan maritim, keamanan ekonomi, teknologi, iklim, dan siber. Semua isu ini dibahas secara mendalam dalam KTT Quad di Delaware pada September 2024. Deklarasi Wilmington yang dihasilkan mencantumkan berbagai langkah konkret di bidang keamanan non-tradisional.

Dalam bidang kesehatan, Quad meluncurkan inisiatif Quad Cancer Moonshot. Ini adalah kemitraan inovatif untuk menyelamatkan nyawa di Indo-Pasifik. Berdasarkan keberhasilan kerja sama Quad selama pandemi COVID-19, negara-negara anggota berkomitmen untuk mengurangi beban kanker di kawasan ini. Dalam bidang keamanan maritim, penjaga pantai dari AS, Jepang, Australia, dan India akan meluncurkan Misi Pengamat Kapal Quad-at-Sea pertama pada tahun 2025. Tujuan misi ini adalah meningkatkan interoperabilitas dan keselamatan maritim di Indo-Pasifik. Selain itu, Quad mengumumkan perluasan kerja sama teknologi untuk kawasan Indo-Pasifik. Ini akan didukung oleh Prinsip Quad untuk Kolaborasi Riset dan Pengembangan dalam Teknologi Kritis dan Muncul.

Pertanyaan penting bagi para akademisi dan diplomat adalah apakah pemerintahan Trump akan tetap memberikan prioritas pada Quad. Jawabannya cukup jelas. Di sela-sela pelantikan di Washington, para Menteri Luar Negeri AS, India, Australia, dan Jepang bertemu pada 21 Januari 2025. Mereka mengeluarkan deklarasi singkat yang menegaskan komitmen terhadap tatanan berbasis aturan di Indo-Pasifik. Ini juga menjadi pertemuan pertama Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dengan mitra luar negeri. Dengan demikian, Quad di bawah pemerintahan Trump diperkirakan akan berkembang lebih lanjut.

India akan menjadi tuan rumah KTT Pemimpin Quad pada tahun 2025. Ketika itu terjadi, Presiden Trump juga dapat mengharapkan kunjungan kenegaraan yang megah. Namun, yang paling penting adalah Quad telah menjadi kekuatan global untuk kebaikan dan akan terus bertahan. Indo-Pasifik terlalu penting untuk diabaikan. Empat negara maritim demokratis akan terus memperkuat kerja sama mereka, terlepas dari perubahan politik di masing-masing negara.

Dr. Mohan Kumar adalah mantan Duta Besar India untuk Prancis dan saat ini menjabat sebagai Dekan/Profesor di Universitas Global O.P. Jindal. Pendapat yang disampaikan bersifat pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....