Bagaimana Sejarah ‘Guards of Honour’ untuk Juara Liga Premier?
- 26 Mei 2026 22:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan, Guard of Honour adalah upacara informal yang dapat dilakukan ketika sebuah tim memainkan pertandingan setelah mengamankan gelar Liga Premier. Arsenal menerima Guard of Honour atau barisan kehormatan dari Crystal Palace pada hari terakhir musim 2025/26 setelah memastikan gelar juara pekan ke-37.
Dilansir dari premierleague.com, Minggu, 24 Mei 2026, Sebelas pemain inti juara baru berjalan di antara dua barisan paralel pemain lawan yang berdiri dan bertepuk tangan untuk lawan mereka. Guard of Honour dapat dilakukan terlepas dari apakah juara bermain dikandang atau tandang.
Apakah Guard of Honour wajib dilakukan? Jawabannya tidak ada kewajiban atau aturan yang mengharuskan tim-tim Liga Premier untuk memberikan penghormatan terakhir. Ini murni merupakan bentuk penghormatan suka rela atas prestasi rekan-rekan professional mereka di klub lain.
Satu-satunya saat tradisi sedikit berbeda terjadi ketika Liverpool memenangkan gelar Liga Premier 2019/20 dengan tujuh pertandingan tersisa selama musim yang dilanda pandemic, dengan semua pertandingan dimainkan tanpa penonton. Masing-masing dari tujuh lawan terakhir Liverpool memberikan penghormatan kepada tim asuhan Jurgen Klopp.
Kapan hal itu pernah terjadi di Liga Premier?
Tim Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson diyakini sebagai tim Liga Premier pertama yang menerima penghormatan terakhir, di Goodison Park pada Mei 2003. Penghormatan tersebut diberikan oleh lawan mereka, Everton, karena Setan Merah telah dipastikan menjadi juara sebelum pertandingan.
| Baca juga: Myanmar Jadi Ujian Awal Timnas U-19 |
Terdapat 11 musim berikutnya dimana Guard of Honour telah berlangsung dengan beberapa juara menikmati penghargaan tersebut. Leicester City mendapat satu dari Everton dan Chelsea, dalam pertandingan terakhir musim The Foxes Fairytale yang memenangkan gelar juara 2015/16, dengan mantan bos Chelsea, Claudio Ranieri, disambut dengan tepuk tangan saat memasuki lapangan di Stamford Bridge.
Manchester City disambut Guard of Honour sebanyak empat kali setelah sukses meraih gelar juara pada musim 2017/18, tetapi Liverpool, pada musim 2019/20 yang dilanda pandemic, adalah tim yang paling sering menikmati hal tersebut hingga saat ini, yaitu sabanyak tujuh kali. Selama bertahun tahun telah ada beberapa penghormatan tersebut yang sangat berkesan sampai terkadang canggung.
Pada musim 2004/05, Manchester United, juara musim sebelumnya, menyambut para pemain Chelsea asuhan Jose Mourinho memasuki lapangan setelah meraih gelar Liga Premier pertama mereka. Tidak ada rasa saling menyukai antara kedua rival ini, dan untuk menambah luka, Chelsea berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 di Old Trafford. Namun, terjadi pembalikan peran total beberapa tahun kemudian, ketika Manchester United, setelah merebut kembali gelar juara dari Chelsea, disambut dengan Guard of Honour di Stamford Bridge.
Meskipun Guard of Honour biasanya diperuntukan bagi juara Premier League, ada beberapa kesempatan langka ketika individu diberi penghormatan dengan cara ini, terutama manajer Ferguson, setelah mengakhiri karier gemilangnya di Old Trafford, dan Jurgen Klopp, pada pertandingan kandang terakhirnya sebagai pelatih Liverpool pada tahun 2024.
Dari sisi permainan, baik Chelsea maupun Sunderland memberikan penghormatan terakhir pada kapten The Blues, John Terry, untuk menandai pertandingan terakhirnya bersama klub tersebut pada tahun 2017 sebelum bergabung dengan Aston Villa. Chelsea kemudian memberikan penghormatan kedua kepadanya di tengah pertandingan ketika ia digantikan setelah 26 menit.
Jamie Vardy juga mendapat penghormatan dari rekan-rekan setimnya di Leicester City menjelang penampilan ke-500 dan terakhirnya untuk klub tersebut, kemenangan 2-0 atas Ipswich Town pada Mei 2025, dimana ia mencetak gol pembuka. Penghormatan tersebut dibentuk 10 menit sebelum pertandingan berakhir saat Vardy diganti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....