Donny Siregar Soroti Lemahnya Pemahaman Fair Play

  • 08 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Mantan pemain PSMS Medan, Donny Fernando Siregar, menilai maraknya pelanggaran fair play yang terjadi dalam kompetisi Liga 4 menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Menurutnya, banyak pemain belum memahami makna sportivitas secara utuh sehingga pertandingan kerap diwarnai tindakan berbahaya.

 “Setiap pemain harus memahami dulu definisi fair play itu. Definisi fair play itu kan jujur, sportif, adil, memiliki hak yang sama untuk menang maupun kalah. Artinya ya kita harus siap kalaupun kalah dan harus siap kalaupun menang,” ujarnya kepada RRI, Kamis, 5 Februari 2026

Donny yang juga pendiri Football Academy Utamasia menilai banyak pemain hanya mengenal istilah fair play tanpa benar-benar memahami maknanya. Kondisi ini, kata dia, terlihat dari pola pikir sebagian pemain yang menganggap kemenangan sebagai segalanya hingga menghalalkan berbagai cara di lapangan.

“Banyak pemain kita yang tidak tahu definisinya fair play ini. Jadi hanya slogan aja fair play, tapi mereka nggak tahu definisinya fair play itu seperti apa,” katanya.

Donny menuturkan, akar masalah tersebut tidak lepas dari kesalahan pola pembinaan sejak usia dini. Ia melihat banyak pelatih terlalu menekankan target juara dibanding proses belajar, kegembiraan bermain, dan perkembangan karakter pemain muda.

Menurutnya, dalam pembinaan usia dini, proses, pengalaman bermain, dan perkembangan teknik serta mental seharusnya menjadi prioritas utama, bukan semata-mata hasil pertandingan. Kekeliruan pendekatan ini berdampak saat pemain naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Terkait sanksi tegas seperti larangan bermain seumur hidup bagi pelaku pelanggaran berat di Liga 4, Donny menilai langkah tersebut dapat dibenarkan sebagai efek jera demi melindungi keselamatan pemain lain.

“Kalau itu sebagai efek jera, aku rasa itu fair-fair aja, gak ada masalah. Karena dengan adanya hukuman yang berat seperti itu, pemain yang lain akan berpikir ulang,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengingatkan federasi tidak hanya fokus pada pemberian sanksi, tetapi juga harus menelusuri penyebab utama terjadinya tindakan tidak sportif melalui evaluasi sistem pembinaan.

Donny mendorong PSSI memperkuat pembinaan usia dini secara lebih masif dan serius, termasuk memperluas kursus pelatih berlisensi agar anak-anak dilatih oleh tenaga yang kompeten. Dengan fondasi yang benar sejak awal, ia optimistis akan lahir pemain yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga kuat secara mental dan karakter di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....