Ade Fahriza Terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tanjungbalai

  • 29 Sep 2026 17:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Ade Fahriza terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tanjungbalai melalui Musyawarah Daerah (Musda) XVI DPD KNPI Kota Tanjungbalai yang dilaksanakan, Senin, 28 September 2026.

Usai pelaksanaan Musda, Ade Fahriza menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh peserta Musda, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), panitia, senior KNPI, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepadanya untuk memimpin DPD KNPI Kota Tanjungbalai.

Ade menegaskan, amanah tersebut bukan merupakan kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk menjadikan KNPI sebagai rumah bersama bagi seluruh organisasi kepemudaan di Kota Tanjungbalai.

Menurutnya, Musda XVI memiliki arti penting karena seluruh OKP yang sebelumnya berhimpun dalam dua wadah KNPI yang berbeda kini telah menyatukan diri. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal untuk membangun kembali kebersamaan pemuda Tanjungbalai.

“Setelah Musda selesai, tidak ada lagi kelompok yang menang atau kalah. Yang kita menangkan adalah persatuan dan masa depan pemuda Tanjungbalai,” ujar Ade.

Ia mengajak seluruh OKP untuk membuka lembaran baru dan bersama-sama membangun kepemudaan di Kota Tanjungbalai. Perbedaan pandangan selama proses Musda, kata Ade, merupakan bagian dari demokrasi, namun setelah seluruh proses selesai, seluruh pihak diharapkan kembali duduk bersama dan bekerja untuk kepentingan pemuda.

Ade juga mengajak OKP yang masih belum sepenuhnya menerima proses penyatuan KNPI untuk melihat persoalan tersebut dengan kepentingan pemuda yang lebih luas.

“Jangan terlalu lama terjebak dalam perbedaan masa lalu. Saatnya kita menyadari bahwa pemuda Tanjungbalai membutuhkan persatuan, bukan perpecahan,” katanya.

Ia memastikan pintu KNPI tetap terbuka bagi seluruh OKP tanpa terkecuali untuk kembali berhimpun, berdialog dan memberikan kontribusi dalam satu rumah besar kepemudaan.

Ade menyampaikan KNPI akan diarahkan menjadi organisasi yang terbuka, produktif dan mampu menjawab kebutuhan pemuda. Sejumlah fokus yang akan didorong antara lain penguatan kapasitas pemuda, kewirausahaan dan ekonomi kreatif, partisipasi pemuda dalam pembangunan, serta penguatan sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam penyusunan kepengurusan, Ade menyadari tidak seluruh harapan dan keinginan dapat diakomodasi. Namun, ia berharap perbedaan dalam proses tersebut tidak kembali menjadi sumber perpecahan.

“Kita sudah bersatu, jangan sampai perbedaan dalam menyusun kepengurusan menjadi perpecahan jilid kedua,” ucapnya.

Ade juga mengajak seluruh OKP memberikan kesempatan kepada kepengurusan baru untuk bekerja, sekaligus mengawal jalannya organisasi dengan memberikan masukan dan kritik yang konstruktif.

“KNPI bukan milik ketua, bukan milik satu OKP dan bukan milik satu kelompok. KNPI adalah rumah besar seluruh pemuda Kota Tanjungbalai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pemuda dapat mengubah cara pandang, bukan lagi memperdebatkan kelompok, melainkan memikirkan apa yang dapat dilakukan bersama untuk kemajuan pemuda dan Kota Tanjungbalai.

Ade meyakini, dengan persatuan, keterbukaan dan kerja bersama, KNPI dapat menjadi kekuatan positif dalam pembangunan daerah serta memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.

“Mari kita tutup perbedaan dengan kebersamaan dan membuka lembaran baru dengan semangat untuk bekerja. Satu KNPI, satu rumah besar, satu semangat untuk pemuda Tanjungbalai. Bersatu, Bergerak, Berdampak.” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....