Tapak Tilas Pramuka MIN 4 Simalungun, Petualangan Ekoteologi

  • 29 Sep 2026 17:59 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Simalungun - Pramuka Gugus Depan 01.623 dan 01.624 MIN 4 Simalungun melaksanakan kegiatan Tapak Tilas di sekitar Huta Bahsulung, Desa Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sabtu, 26 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, siswa kelas VI dibagi menjadi enam kelompok yang masing-masing bertugas menjaga pos satu hingga pos enam.

Setiap peserta harus melewati seluruh pos dan menyelesaikan tes tertentu yang berkaitan dengan pengetahuan serta keterampilan kepramukaan.

Peserta yang belum berhasil menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan sanksi unik dan edukatif dari penjaga pos, sehingga perjalanan terasa lebih seru dan menantang. Suasana penuh canda dan antusiasme pun mewarnai perjalanan para peserta saat berusaha menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.

Kegiatan Tapak Tilas semakin terasa seperti petualangan nyata karena memanfaatkan kondisi alam Bahsulung yang sebagian besar merupakan kawasan perkebunan karet milik PT Bridgestone.

Para siswa harus melewati jalan yang menanjak dan menurun, sekaligus keluar masuk kawasan yang tampak seperti hutan karet di sepanjang perjalanan.

Kepala MIN 4 Simalungun, Ginda, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar latihan kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana belajar mencintai alam.

“Melalui Tapak Tilas ini, anak-anak kita belajar tentang keberanian, kekompakan, kemandirian, sekaligus mengenal dan menjaga lingkungan yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan perjalanan hingga pos terakhir, seluruh peserta berkumpul di sekitar anak sungai yang mengalir di kawasan tersebut.

Puncak kegiatan diisi dengan pelepasan bibit ikan oleh Kepala Madrasah bersama para peserta ke dalam anak sungai sebagai wujud penerapan nilai ekoteologi dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Hadwan, siswa kelas V, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut meskipun perjalanan cukup melelahkan.

“Seru sekali, terutama saat melewati jalan naik turun dan masuk ke kebun karet, lalu di pos ada tantangan yang membuat kami penasaran; setelah sampai di sungai kami bisa makan bersama dan bermain air,” kata Hadwan.

Usai pelepasan bibit ikan, para siswa menikmati makan bersama sebelum kegiatan ditutup dengan bermain air di anak sungai secara bersama-sama dengan tetap didampingi guru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....