Sumut Perkuat Kolaborasi Turunkan Prevalensi Stunting 22 Persen
- 31 Agt 2026 21:56 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting. Langkah tersebut diperlukan karena prevalensi stunting Sumut masih berada di atas angka nasional.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor. Pemerintah daerah perlu melibatkan tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting Sumatera Utara mencapai 22 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting nasional sebesar 19,8 persen.
“Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja,” kata Surya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan data dalam menentukan sasaran intervensi. Pendekatan penanganan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah di Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat intervensi melalui berbagai program di daerah. Upaya tersebut mencakup layanan kesehatan, pemantauan pertumbuhan balita, edukasi perilaku hidup sehat, akses sanitasi, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
“Dibutuhkan kerja sama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat hingga keluarga,” kata Surya.
Surya menilai persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan daya saing bangsa.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden RI Eddy Cahyono Sugiharto menekankan pentingnya sinergi hingga tingkat kecamatan, desa atau kelurahan, dan keluarga. Ia meminta satu data menjadi dasar intervensi agar program terintegrasi dan menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Percepatan penurunan stunting menjadi bagian penting pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut meliputi pemenuhan gizi, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan ketahanan keluarga, serta perbaikan sanitasi dan lingkungan.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan membahas berbagai tantangan serta strategi percepatan penurunan stunting di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....