Atasi Banjir Sunggal, Pemkab Deli Serdang Kolaborasi dengan Masyarakat

  • 22 Agt 2026 18:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang— Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus memfokuskan penanganan banjir dan genangan air di wilayah Kecamatan Sunggal secara intensif. Langkah dilakukan melalui kolaborasi berkelanjutan antara buruh harian lepas dari seluruh perangkat daerah terkait, khususnya yang berasal di Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Salah satu fokus utama pengerjaan berada di Waduk Bangun Mulia, di Desa Medan Krio. Waduk seluas 10.000 meter persegi tersebut sebelumnya mengalami kendala serius akibat tingginya tingkat sedimentasi serta penumpukan eceng gondok. Dalam kurun waktu tiga minggu pengerjaan, progres normalisasi waduk kini telah mencapai 54 persen.

Dalam rapat bersama perangkat daerah, camat dan kepala desa se-Kecamatan Sunggal, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan pengerjaan fisik di lapangan.

"Sedimentasi ini ditargetkan memiliki kedalaman hingga 4 meter untuk meningkatkan daya tampung air," kata Asri, di Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat 21 Agustus 2026.

Ia menerangkan, selain fokus pada pengerjaan waduk, percepatan pembersihan saluran drainase dan normalisasi sungai terus dilakukan secara bertahap. Pengerjaan sistem saluran ini ditargetkan mencakup 17 desa di seluruh Kecamatan Sunggal.

Ia menyampaikan pembersihan drainase utama telah berhasil diselesaikan di dua desa prioritas, yaitu Desa Medan Krio sepanjang 9,6 kilometer dan Desa Helvetia sepanjang 12,5 kilometer. Khusus di Desa Helvetia, pengerjaan mencakup normalisasi parit sepanjang 4.181 meter, serta pembabatan rumput dan perapihan bahu jalan sepanjang 1.317 meter di delapan dusun.

"Saya minta penanganan dipusatkan di Sunggal hingga tuntas. Terima kasih atas dukungan dan gotong royong masyarakat serta pemerintah desa yang ikut membantu proses ini," ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rio Laka Dewa, memaparkan penanganan di 15 desa lainnya terus berjalan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan serta skala prioritas kerawanan. Termasuk Desa Puji Mulyo, Payageli, Sei Beras Sekata, Serba Jadi, Suka Maju, Sumber Melati Diski, Telaga Sari, Sei Mencirim, Sei Semayang, Tanjung Gusta, Mulyorejo, Sei Rotan, Babura, Tanjung Selamat, dan Purwodadi,

“Kendala utama tebalnya endapan tanah dan sedimentasi lumpur diatasi dengan mengombinasikan pengerjaan manual oleh tenaga BHL, bantuan peralatan berat, serta pengangkutan material secara berkala,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....