Pemkab Deli Serdang Buka Ruang Kritik dan Aspirasi pada Refleksi Kepemimpinan
- 19 Agt 2026 13:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjadikan refleksi 1,5 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Asri Ludin Tambunan dan Lom Lom Suwondo. Hal Ini sebagai momentum mengevaluasi capaian sekaligus menyerap masukan untuk memperkuat pembangunan ke depan.
Refleksi digelar di Aula Cadika Lubuk Pakam, Selasa 18 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan akademisi, aktivis, mahasiswa dan insan pers, untuk melihat perkembangan pembangunan dari berbagai perspektif.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengatakan refleksi dilakukan untuk mendapatkan masukan yang belum terhimpun selama proses penjaringan aspirasi masyarakat lewat program Berjemur. Terlebih, masukan tersebut akan menjadi bagian dalam penyusunan RAPBD dan kebijakan pembangunan daerah.
“Refleksi ini saya lakukan untuk mengambil elemen yang belum saya dapatkan. Selama ini kami sudah berkeliling mengambil aspirasi dari bawah. Alhamdulillah, masukan-masukan itu menjadi bagian dalam penyusunan anggaran dan kebijakan yang ada,” kata Asri.
Ia menambahkan, selama 1,5 tahun, pembangunan Deli Serdang diarahkan pada penguatan kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan. Di sektor kesehatan, cakupan PAS JEMPOL meningkat menjadi 80,75 persen dan UHC mencapai 98,70 persen hingga Juli 2026.
Kemudian, realisasi investasi mencapai sekitar Rp3,62 triliun, sedangkan penyelesaian pengaduan masyarakat melalui aplikasi LAPOR mencapai 95,2 persen pada 2026. Pelayanan publik juga diperluas melalui PATEN KALI di 22 kecamatan dan 205 desa/kelurahan.
| Baca juga: Timur Tumanggor Pj Sekdaprov Sumut |
Selain capaian tersebut, ia menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan agar kinerja yang telah dicapai semakin dirasakan masyarakat.
“Niatan saya sederhana, menjadikan yang selama ini masalah menjadi tidak masalah,” ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menegaskan bahwa kritik, masukan dan aspirasi dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pembangunan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan perspektif dari berbagai kelompok untuk memastikan kebijakan yang dijalankan semakin tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih kepada kawan-kawan aktivis, mahasiswa, akademisi dan media yang hari ini menyampaikan kritik dan masukannya. Bagi kami, ini adalah bagian dari demokrasi dan menjadi lecutan bagi saya dan Pak Bupati untuk terus melakukan pembenahan dalam membangun Deli Serdang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi ruang dialog yang terbangun dalam refleksi 1,5 tahun kepemimpinan tersebut. Ia menilai perbedaan pandangan tidak perlu menjadi jarak antara pemerintah dan masyarakat, tetapi justru menjadi energi untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.
“Kami tidak alergi terhadap kritik. Justru kritik dan masukan ini menjadi bahan bagi kami untuk melihat apa yang mungkin belum maksimal dan apa yang harus diperbaiki ke depan. Mari sama-sama kita bangun Deli Serdang,” katanya.
Ia juga menyebutkan, capaian yang sudah diraih dalam 1,5 tahun belum memuaskan, sehingga aspirasi terus diserap untuk melakukan perbaikan dan evaluasi kebijakan untuk masyarakat.
Senada dengan Lom Lom, Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyampaikan sejumlah masukan yang disampaikan dalam forum akan menjadi bahan evaluasi sekaligus ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah. Beberapa di antaranya adalah penguatan komunikasi dengan media dan mahasiswa, penguatan keterbukaan informasi, serta pelibatan pemuda dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbang Tematik Pemuda.
“Kita rutinkan pertemuan, baik bersama media maupun mahasiswa. Kemudian kita siapkan Musrenbang Tematik untuk pemuda, sehingga apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi anak-anak muda bisa kita dengarkan dan masuk dalam perencanaan pembangunan,” ucap Lom Lom.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....