Dirawat Intensif di RS Haji Medan, Bobby Nasution Jenguk Siswi SMKN 1 Berastagi
- 15 Agt 2026 14:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menjenguk seorang siswi kelas XI SMK Negeri 1 Berastagi yang menjalani perawatan intensif di RSU Haji Medan, Jumat 14 Agustus 2026 malam. Siswi tersebut dirujuk dari Kabupaten Karo setelah mengalami kondisi kesehatan yang cukup serius, diduga usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Ia merupakan satu dari ratusan siswa yang mengalami keluhan kesehatan dalam kejadian tersebut. Saat ini, pasien masih menjalani perawatan intensif dan berada dalam pemantauan ketat tim medis RSU Haji Medan. Kondisinya dinilai lebih berat dibandingkan siswa lainnya yang terdampak.
“Secara visual memang kondisinya lebih parah dibandingkan teman-temannya yang lain. Ada siswa yang sudah diperbolehkan pulang, tetapi siswi ini sempat mengalami penurunan kesadaran, sehingga harus dirujuk ke Medan dan mendapatkan penanganan intensif,” kata Bobby.
Bobby memastikan Pemprov Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap penanganan pasien hingga kondisinya benar-benar pulih. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berdampak terhadap ratusan pelajar tersebut.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Tanpa menyalahkan pihak mana pun, kami berkomitmen memastikan pasien mendapatkan perawatan sampai benar-benar pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSU Haji Medan, dr Yulinda Elvi Nasution, mengatakan pasien masih mengalami nyeri hebat pada bagian perut sehingga membutuhkan pengawasan dan penanganan medis secara intensif.
“Pasien masih merasakan nyeri yang cukup berat. Obat pereda nyeri terus diberikan dan kami masih menunggu kondisinya benar-benar stabil,” ujar Yulinda.
Yulinda menegaskan tim medis masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kondisi pasien. Menurutnya, belum dapat disimpulkan bahwa keluhan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh makanan.
“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar akibat keracunan makanan atau ada faktor lain. Termasuk kemungkinan kondisi medis tertentu yang menyertainya,” katanya.
Sebelumnya, Bobby mengungkapkan jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan dalam kejadian tersebut mencapai 353 orang. Sebagian siswa telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya sempat menjalani perawatan intensif.
Bobby mengatakan kasus tersebut harus menjadi evaluasi menyeluruh dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan dan keamanan pangan. Ia meminta kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kita harapkan ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bersama. Yang paling penting ke depan pengawasannya harus diperkuat agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Sampel makanan telah dibawa ke
laboratorium untuk diperiksa guna mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.
Menurut Bobby, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga hari. Hasil tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan sumber persoalan dan menentukan langkah selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....