Wali Kota Tanjungbalai Tekankan Sinergi dan Percepatan Pembangunan

  • 14 Agt 2026 17:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengikuti dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Hal ini dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jumat, 14 Agustus 2026.

Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, Ketua DPRD Tanjungbalai Tengku Eswin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Bobon Robiana. Serta perwakilan Kapolres Tanjungbalai, Danlanal, Dandim 0208/AS, unsur OPD, camat dan lurah se-Kota Tanjungbalai, pelajar serta petugas Paskibraka,

Usai mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengatakan, berbagai hal yang disampaikan Presiden mencakup persoalan bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Menurutnya, khusus untuk Kota Tanjungbalai, pemerintah daerah harus semakin memperkuat komunikasi dan koordinasi, baik dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun pemerintah pusat.

"Seluruh yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mencakup persoalan bangsa dari Sabang sampai Merauke. Tentu khusus untuk Kota Tanjungbalai sendiri, harus lebih kuat lagi, lebih maksimal lagi mengomunikasikan apa yang menjadi kebutuhan daerah, baik di tingkat provinsi maupun tingkat pusat," ujar Mahyaruddin.

Ia mengatakan, selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, Pemko Tanjungbalai telah melakukan berbagai inovasi serta membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Mahyaruddin berharap pembangunan di Kota Tanjungbalai dapat berjalan selaras dengan program pembangunan nasional, khususnya berbagai program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.

"Harapannya pembangunan di daerah ini dengan APBD yang kami miliki bisa selaras dan sejalan, apalagi ada pembangunan nasional sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo, seperti Koperasi Merah Putih (KMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan dan Sekolah Rakyat," katanya.

Ia menegaskan, Pemko Tanjungbalai akan berupaya maksimal untuk menjemput berbagai program pemerintah pusat tersebut agar dapat direalisasikan di daerah.

"Tentu ini harus kami maksimalkan mungkin untuk menjemput program-program tersebut, sehingga pembangunan di daerah, khususnya Kota Tanjungbalai, merupakan wujud nyata Asta Cita Presiden Republik Indonesia," ujarnya.

Mahyaruddin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah sebagai eksekutif, DPRD sebagai legislatif serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurutnya, pembangunan Kota Tanjungbalai tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Pemko Tanjungbalai sebagai eksekutif harus bergandengan tangan dengan legislatif dan unsur Forkopimda. Apa yang menjadi kekurangan Pemko Tanjungbalai, dengan kami bersinergi dan terus melakukan komunikasi, tentu bisa kita selesaikan bersama," ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat Kota Tanjungbalai untuk bersabar dan memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah.

"Kepada masyarakat Tanjungbalai, mohon bersabar. Kami masih memiliki rentang waktu sekitar tiga tahun lagi untuk membangun Kota Tanjungbalai. Namun, pembangunan dan program Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Kota Tanjungbalai," ucapnya.

Memasuki era transformasi dan digitalisasi yang berlangsung begitu cepat, Mahyaruddin mengatakan Pemko Tanjungbalai terus berupaya meningkatkan pelayanan dan menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

Salah satunya persoalan infrastruktur jalan. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 62 kilometer jalan dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak parah.

Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan dan kesehatan.

"Pelayanan dasar kesehatan juga kita maksimalkan. RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai sedang berbenah. Puskesmas sekarang kita dorong bagaimana bisa menjadi BLUD," katanya.

Mahyaruddin menjelaskan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan Kota Tanjungbalai.

Ia menyebut dari belanja daerah sekitar Rp288 miliar, anggaran yang dapat digunakan untuk belanja barang dan jasa sekitar Rp70 miliar.

"Jumlah belanja daerah ada sekitar Rp288 miliar. Untuk belanja dan jasa hanya Rp70 miliar. Uang segitulah yang kami belanjakan, termasuk untuk rehab gedung, lampu jalan dan lain sebagainya," ujarnya.

Karena itu, Pemko Tanjungbalai tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga berupaya menjemput berbagai program dari kementerian dan pemerintah pusat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi retribusi, pajak daerah dan sumber pendapatan lainnya.

"Oleh karenanya, Pemko Tanjungbalai terus memaksimalkan selain menjemput bola dari kementerian melalui program Asta Cita Presiden Prabowo. Kami juga memaksimalkan potensi pendapatan daerah dari retribusi, pajak dan lainnya," ujarnya.

Mahyaruddin berharap peningkatan pendapatan daerah tersebut nantinya dapat memperbesar kemampuan fiskal pemerintah dalam membiayai pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....