Gunung Sinabung Masih Aktif, Warga Diminta Waspada
- 11 Agt 2026 09:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Karo − Aktivitas Gunung Sinabung masih tergolong tinggi.Hal ini ditandai dengan kegempaan vulkanik yang masih terekam dan asap kawah yang terlihat cukup tinggi hingga Senin, 10 Agustus 2026 siang.
Pengamat Gunung Api Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra, mengatakan secara visual asap putih masih terlihat tinggi, sementara asap kebiruan sesekali turun ke lereng sisi timur dan tenggara hingga menyebabkan sebagian vegetasi menguning. Aktivitas seismik juga masih ditandai gempa vulkanik, gempa hibrid, dan gempa hembusan.
“Untuk kegempaan seismiknya hingga sampai saat ini masih situatif, ditandai dengan masih terekamnya gempa-gempa vulkanik, gempa-gempa hibrid, dan gempa hembusannya. Ini menandakan hingga sampai saat ini aktivitas Sinabung masih cukup tinggi,” ujarnya.
Armen menegaskan, status Gunung Sinabung dan rekomendasi keselamatan masih sama seperti beberapa bulan sebelumnya. Hingga kini belum teramati awan panas maupun guguran lava yang disertai abu, meski guguran kecil masih terekam dan potensi letusan tetap ada.
“Meski begitu, kami juga mengingatkan masyarakat maupun pengunjung untuk tidak mendekati zona merah di radius dua kilometer serta 3,5 kilometer di sisi timur dan tenggara gunung. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan kabar yang belum pasti dan hoax di media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Gelora Sembiring, menyebut sebagian warga masih beraktivitas di zona rawan karena bekerja sebagai petani. BPBD terus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko, sementara status Gunung Sinabung masih berada pada Level Dua atau Waspada.
“Status masih sama seperti sebelumnya, masih berada pada level II yaitu waspada. Ada juga masyarakat yang mendekati gunung. Tapi hanya untuk bertani dan berkebun, lalu di sore harinya mereka langsung kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Gelora menambahkan, belum ada pengungsian bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas karena status gunung masih berada pada Level Waspada. Kondisi kegempaan yang sempat meningkat pada 28 hingga 2 Agustus juga disebut kembali menurun sejak 3 Agustus 10 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....