TIMPORA Deli Serdang Bahas Antisipasi Kejahatan Transnasional
- 31 Jul 2026 22:24 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Deli Serdang, Jumat 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Bea Cukai, BIN, BAIS TNI, BNN, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan para camat.
Rapat membahas perkembangan pola kejahatan lintas negara yang memanfaatkan teknologi digital, termasuk modus love scamming yang semakin kompleks. Forum tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendeteksi potensi pelanggaran keimigrasian sejak tahap awal.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Muhammad Firman Akhsani, mengatakan pengawasan orang asing tidak dapat dilakukan secara sektoral. Menurutnya, sinergi dan pertukaran informasi menjadi langkah penting untuk memperkuat pengawasan keimigrasian di berbagai wilayah.
"Modus kejahatan seperti love scamming terus berkembang. Karena itu, kami tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan sinergi antarinstansi untuk mengantisipasi setiap potensi ancaman," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Imigrasi Medan memaparkan hasil pengungkapan sindikat internasional love scamming bersama Polda Sumut pada awal Juli 2026. Hasil penanganan menunjukkan adanya pola kedatangan warga negara asing secara berkelompok serta pemanfaatan teknologi digital dan aset kripto dalam menjalankan aktivitasnya.
Bea Cukai Kualanamu juga menyampaikan hasil pengamatan terhadap kedatangan sejumlah warga negara asing melalui Bandara Internasional Kualanamu. Beberapa di antaranya menggunakan visa dengan tujuan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, namun memerlukan pendalaman terkait tujuan lanjutan setelah tiba di Indonesia.
Selain itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang melaporkan terdapat 25 perkawinan campuran selama Semester I Tahun 2026 yang didominasi pasangan dari Malaysia dan Turki. Instansi tersebut juga mencatat mulai adanya peningkatan perkawinan yang melibatkan warga negara Kamboja di sejumlah kecamatan.
Firman menegaskan Rapat TIMPORA menjadi bagian dari penguatan pengawasan orang asing melalui koordinasi yang kolaboratif, adaptif, dan berbasis intelijen.
"Kami berkomitmen memastikan setiap aktivitas warga negara asing berjalan sesuai ketentuan serta mencegah potensi kejahatan transnasional sejak dini," ucap Firman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....