Pemuda Berbicara Ajak Masyarakat Jaga Marwah Kota Tanjungbalai

  • 27 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Founder Pemuda Berbicara, Mhd. Teguh Rizki Silalahi, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan dzikir bersama sebagai momentum memperkuat persatuan dan mengembalikan marwah Kota Tanjungbalai. Kegiatan tersebut mengusung tema "Stop Kekerasan Terhadap Anak" dan menjadi seruan moral bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dzikir bersama merupakan kolaborasi antara PD KAMMI Tanjungbalai, BEM STAI Al-Hikmah, GEMAS Tanjungbalai, PC HIMMAH Tanjungbalai, PK PMII STAI Al-Hikmah, PC IPNU Tanjungbalai, PC IPPNU Tanjungbalai, dan Pemuda Berbicara. Kegiatan itu digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan moral di Kota Tanjungbalai.

Teguh menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, dzikir bersama menjadi ikhtiar spiritual sekaligus ajakan bersama memperbaiki kondisi sosial masyarakat.

"Kami menyatakan dukungan kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk terus meningkatkan kinerjanya. Dukungan ini sekaligus menjadi harapan agar pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat sehingga cita-cita mewujudkan Tanjungbalai EMAS benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga," ujarnya, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia juga menyoroti visi pembangunan daerah yang mengusung slogan Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamis, dan Sejahtera). Menurutnya, nilai agamis harus diwujudkan dalam kebijakan maupun kehidupan bermasyarakat.

"Visi Tanjungbalai EMAS jangan berhenti menjadi slogan. Nilai 'Agamis' harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan, pembinaan masyarakat, dan penegakan aturan. Pemerintah harus hadir dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat perlindungan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, menindak berbagai bentuk penyakit masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta menjaga moralitas kehidupan sosial di Kota Tanjungbalai," katanya.

Menurut Teguh, Kota Tanjungbalai yang dikenal sebagai Kota Ulama memiliki tanggung jawab menjaga identitas daerah. Nilai agama, budaya, dan akhlak masyarakat harus terus dipelihara melalui kolaborasi seluruh elemen.

Ia berharap dzikir bersama menjadi momentum introspeksi bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat komitmen bersama mewujudkan Tanjungbalai yang religius, bermartabat, aman, serta ramah bagi anak dan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....