Hari Anak Nasional, Rico Waas Ingatkan Bijak Gunakan Gawai

  • 26 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Gedung Pancasila, Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu 25 Juli 2026. Ratusan anak tampil membawakan tarian tradisional maupun kreasi modern dengan penuh percaya diri, termasuk penampilan memukau dari anak-anak penyandang down syndrome.

Penampilan tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, serta hak yang sama untuk berkarya, tampil, dan memperoleh ruang untuk berkembang. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMPPKB) Kota Medan atas terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Rico menegaskan peringatan Hari Anak Nasional bertemakan "Anak Terjaga, Gawai Secukupnya, Budaya Selamanya. tidak boleh sekadar menjadi seremonial belakangan. Melainkan harus dijadikan momentum pengingat akan pentingnya perhatian penuh terhadap tumbuh kembang generasi muda.

"Jika saya tidak hadir hari ini, saya adalah orang yang paling rugi. Saya menyaksikan sendiri betapa luar biasanya potensi, karya, dan keberanian anak-anak kita di panggung. Dari mereka, kita bisa melihat bahwa masa depan Kota Medan dan Indonesia ada di tangan yang tepat," ujar Rico .

Di tengah optimisme melihat bakat anak-anak Medan, Rico juga memberikan catatan kritis terkait tantangan pola asuh digital di era modern. Menurutnya, penggunaan gawai (gadget) yang tidak terkontrol dapat mengancam perkembangan fisik dan mental anak. Uniknya, Rico Waas mengingatkan para orang tua untuk terlebih dahulu menyadari kebiasaan gawai mereka sendiri sebelum membatasi anak-anak.

"Anak-anak itu bagaikan kertas putih, dan orang tua adalah yang melukisnya. Sering kali pagi-pagi yang kita cari pertama kali bukan hal lain, tapi meraba-raba meja mencari HP. Kebiasaan ini dilihat dan dicontoh langsung oleh anak-anak," ucap Rico .

Rico juga menekankan kemajuan teknologi memang tidak bisa dibendung dan sudah menjadi bagian dari dunia pendidikan. Namun, peran orang tua dan pendamping sangat krusial dalam menetapkan batas-batas yang sehat agar anak-anak tidak mengalami ketergantungan.

Lebih lanjut, Rico mengatkan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Medan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak. Menurutnya, anak-anak adalah calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memiliki kewajiban bersama untuk memberikan dukungan penuh terhadap tumbuh kembang mereka.

"Anak-anak Indonesia itu cerdas dan berpotensi besar, bahkan banyak yang berprestasi hingga ke tingkat internasional. Tugas kita sebagai orang tua dan pemerintah adalah memberikan dorongan, kesempatan untuk tampil, serta ruang kreativitas dan pendidikan yang inklusif," ujar Rico.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....