Senator DPD RI Asal Sumut Muhammad Nuh Sambangi Pesantren di Kabupaten Batubara

  • 23 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Batu bara - Senator (Anggota) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Asal Sumut, K.H. Muhammad Nuh. menyatakan, saat ini Pesantren merupakan jembatan emas bagi alumni untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai Perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.

Penyataan tesebut disampaikan K.H. Muhammad Nuh, saat menyambangi/ melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturrahmi di Pesantren Al Ikhlas di Pangkalan Dodek Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara-

Sumut, Rabu 22 Juli 2026.

Diungkapkan Muhamad Nuh, menempuh pendidikan di pondok pesantren bukan berarti mengurung masa depan anak tapi justru sebaliknya pendidikan pesantren merupakan jembatan emas untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi lagi menjadi Sarjana dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di dalam dan di luar negeri.

"Saat ini telah terbukti sudah banyak lahir tokoh-tokoh besar tokoh-tokoh hebat dan ulama ternama yang berawall dari Pondok Pesantren kemudian melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," ucapnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persis Sumatera Utara tersebut mendesak seluruh lini pemerintahan untuk memberikan perhatian lebih kepada institusi keagamaan ini.

“Kami terus mendorong pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren yang ada. Terlebih, payung hukumnya sudah sangat jelas melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” ujarnya.

M. Nuh, juga mengungkapkan ditengah maraknya arus negatif globalisasi, seperti ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, M. Nuh menilai pesantren hadir sebagai benteng pertahanan terbaik untuk mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Merespons kunjungan kerja tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Ustad Dr. Hadi Munawar, Lc, MA, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran anggota senator tersebut. Ia berharap, sokongan moril maupun materil yang diberikan mampu memantik semangat baru bagi para santri dalam menuntut ilmu.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Al-Ikhlas berdiri sejak tahun 2020 dan saat ini menyelenggarakan pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah (setara SMP) dengan fokus utama pada kurikulum Al-Quran. Meski saat ini memiliki 15 orang santri aktif dan 20 orang alumni, pesantren ini didukung tenaga pendidik profesional yang merupakan dosen serta lulusan dari LIPIA Medan dan UIN Sumatera Utara (UINSU), dibantu oleh santri pengabdian dari beberapa pondok pesantren mitra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....