Sekdes Asahan Mati Paparkan Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di Tanjungbalai

  • 23 Jul 2026 14:49 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Sekretaris Desa Asahan Mati, Antoni Alexander Siregar, memaparkan kronologi dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak berinisial A yang kasusnya telah dilaporkan ke Polres Tanjungbalai. Dalam keterangannya, Antoni menyebut dugaan tersebut melibatkan seorang oknum ASN PPPK paruh waktu di Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai berinisial AIK bersama suaminya yang dikenal dengan nama Tondi alias D.

Antoni menjelaskan, sebelum laporan dibuat pada 19 Mei 2026, korban kerap mengalami sakit selama kurang lebih dua bulan. Keluarga kemudian menaruh curiga terhadap kondisi korban yang terus berulang.

"Setelah ditanya oleh neneknya, korban mengaku telah mengalami dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh ayah Tondi," kata Antoni.

Usai mendengar pengakuan tersebut, ibu korban berkoordinasi dengan keluarga untuk mengambil langkah hukum. Laporan resmi kemudian disampaikan ke Polres Tanjungbalai pada 19 Mei 2026 agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban kepada keluarga, lanjut Antoni, AIK diduga membawa korban ke rumahnya. Saat dugaan peristiwa itu terjadi, anak-anak pasangan suami istri tersebut disebut berada di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari kediaman mereka.

Menurut Antoni, korban juga mengaku dugaan perbuatan tersebut tidak hanya terjadi satu kali, melainkan telah berulang beberapa kali.

Antoni menyampaikan selama dua bulan sebelum peristiwa tersebut terungkap, korban sering mengalami sakit. Namun, setelah korban tidak lagi masuk sekolah, kondisi kesehatannya disebut mulai membaik dan tidak lagi sering mengalami sakit.

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak tersebut kini tengah ditangani Polres Tanjungbalai. Proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....