Bobby Nasution Dorong Tambang Berizin, dan Tindak Tegas yang Ilegal

  • 10 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya menindak aktivitas tambang emas ilegal yang masih marak terjadi di sejumlah wilayah. Penindakan dilakukan karena aktivitas tersebut dinilai merusak lingkungan sekaligus berdampak pada infrastruktur.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengatakan pemerintah tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan ekonomi, termasuk di sektor pertambangan. Namun, seluruh aktivitas tersebut harus mengikuti mekanisme dan memiliki izin resmi.

"Intinya kami ingin sampaikan, kita tidak melarang untuk melakukan kegiatan ekonomi, tetapi harus ada mekanismenya," ujar Bobby usai meninjau Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis, 9 Juli 2026.

Bobby menjelaskan, aktivitas pertambangan tanpa izin tidak hanya menghilangkan potensi penerimaan daerah, tetapi juga berdampak terhadap pembangunan infrastruktur.

"Ketika usaha pertambangan itu izinnya tidak ada, berarti area tersebut dianggap tidak dilalui kendaraan berat. Tapi kalau izinnya diurus, kondisi jalan juga harus mengikuti kebutuhan industri ataupun pertambangan, sehingga dapat disesuaikan bukan hanya untuk kendaraan roda empat," kata Bobby.

Menurutnya, pemerintah justru mendorong seluruh pelaku usaha pertambangan untuk mengurus perizinan agar aktivitas yang dilakukan menjadi legal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kita tidak melarang, justru kita mengajak agar semua kegiatan ini legal. Bukan jadi kegiatan ilegal yang hanya dimanfaatkan oleh sebagian orang saja," ujarnya.

Bobby menambahkan, Pemprov Sumatera Utara akan berkoordinasi dengan kementerian terkait apabila ditemukan aktivitas tambang ilegal yang telah merusak lingkungan.

"Kita minta koordinasi, minta arahan dari kementerian terkait. Kalau memang sudah sampai merusak lingkungan, kita harapkan ada tindakan hukum," ucap Bobby.

Selain proses hukum, Bobby juga menegaskan langkah tegas di lapangan terhadap peralatan yang digunakan dalam aktivitas tambang ilegal.

"Kalau di lapangan ada alat-alat yang perlu diamankan, kalau terlalu susah diamankan, hancurkan di tempat. Itu tanggung jawab saya," kata Bobby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....