Gabah Langka, Pabrik Beras Terancam Hentikan Produksi
- 08 Jul 2026 09:09 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Pabrik penggilingan padi di wilayah Asahan terancam menghentikan produksi akibat kelangkaan gabah dan tingginya harga bahan baku. Dampaknya, sejumlah merek beras premium mulai sulit ditemukan di pasaran.
Dalam beberapa hari terakhir, beras premium merk AA hingga Cap Jeruk produksi kilang padi di Kabupaten Asahan menghilang dari sejumlah toko di Kota Tanjungbalai. Kondisi ini dipicu menurunnya pasokan gabah dari petani di Sumatera Utara setelah masa panen raya berakhir.
Management Representative PT Jampalan Baru, Khairani, membenarkan produksi perusahaan saat ini mengalami penurunan karena sulitnya memperoleh gabah.
"Memang produksi kami berkurang. Hanya saja saya tidak tahu berapa persen penurunannya, karena manajer produksi sedang tidak berada di tempat," ujar Khairani, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, pasokan gabah dari petani terus menurun, sehingga berdampak langsung terhadap kapasitas produksi pabrik.
"Gabah susah. Tahun lalu kami masih mengambil dari Aceh, tetapi tahun ini di sana juga sudah habis karena mereka juga mengalami kekurangan," katanya.
Khairani menyebutkan stok beras yang tersedia di gudang diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan produksi selama dua hingga tiga bulan ke depan, apabila kondisi pasokan tidak segera membaik. Hal senada disampaikan pemilik Kilang Padi AA, Ahun. Ia mengaku produksi di pabriknya anjlok hingga 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Sebulan ini hancur, gabah tidak ada. Saat panen raya kemarin kami tidak berani membeli banyak karena harganya sudah tinggi. Ternyata sekarang gabah benar-benar sulit didapat," ucap Ahun.
Ia mengatakan kini harus mencari gabah hingga ke Kabupaten Tapanuli Utara dengan harga yang jauh lebih mahal. Akibatnya, produksi terpaksa dikurangi dan stok diperkirakan hanya cukup untuk satu bulan ke depan.
Selain itu, Kilang Padi AA juga sementara menghentikan produksi beras kemasan lima kilogram karena keterbatasan bahan baku. Menanggapi kondisi tersebut, Asisten II Pemerintah Kota Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan para pemilik kilang padi untuk memantau perkembangan pasokan gabah.
"Memang persoalannya berada di tingkat petani. Pasokan gabah di Sumatera Utara saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan, termasuk untuk wilayah Kabupaten Asahan. Kami akan terus melakukan monitoring dan mencari solusi terhadap permasalahan ini," kata Tajul.
Pemerintah berharap ketersediaan gabah dapat kembali normal dalam musim panen berikutnya, agar produksi beras kembali meningkat dan pasokan di pasaran tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....