Panen Bawang di Beringin, Si Pandai Siap Jamin Pasar dan Harga Petani Deli Serdang

  • 08 Jul 2026 16:24 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang – Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan mengikuti panen bawang merah bersama Kelompok Tani Jaya Tani di Dusun PW Asri A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Senin 6 Juli 2026. Asri Ludin juga menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Adapun bantuan alat tani ini di antaranya satu unit combine harvester, traktor roda empat dan handsprayer elektrik, serta benih padi hybrida kepada Gapoktan Mandiri. Satu unit rotavator dan set mesin pompa air kepada Gapoktan Sri Abadi Tani, dan satu ser pompa air kepada Asrintani dan Maju Tani.

Panen kali ini dilakukan di lahan seluas tujuh rantai dengan potensi hasil mencapai sekitar 1,3 ton bawang merah. Hasil panennya pun langsung dibeli pemerintah kabupaten melalui BUMD Bhinneka Perkasa Jaya, dengan harga Rp24 ribu per kilogram.

Asri Ludin menegaskan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Tetapi juga memastikan hasil panen memiliki kepastian pasar dan harga yang menguntungkan petani.

"Sistem Si Pandai yang sedang kita bangun akan memudahkan pemerintah mengetahui kapan petani panen, siapa yang membeli hasil panennya, hingga dipasarkan ke mana. Dengan begitu, pemerintah dapat membantu menjamin pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil pertanian," kata Asri.

Panen bawang merah yang dilakukan hari tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari implementasi awal Si PANDAI (Sistem Pantau Data Pangan Indonesia) . Melalui sistem ini, pemerintah daerah mengintegrasikan data pertanian mulai dari luas tanam, jadwal, hingga waktu panen untuk memperkuat pendampingan dan pengambilan kebijakan di sektor pangan.

Ia juga mengapresiasi petani di Desa Sidodadi Ramunia yang selama ini mengelola usaha taninya dengan modal mandiri. Namun demikian, ia memahami saat harga hasil panen turun, petani masih kerap bergantung kepada tengkulak.

"Ke depan kondisi seperti ini harus kita benahi. Pemerintah hadir agar petani tidak lagi dirugikan ketika harga jatuh. Kita ingin hasil panen petani memiliki pasar yang jelas dan harga yang layak," ucapnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Menurutnya, PPL harus aktif menyusun pola dan jadwal tanam agar panen tidak berlangsung bersamaan dalam jumlah besar yang berpotensi menyebabkan anjloknya harga.

"Kalau kebutuhan alat pertanian masih kurang, segera laporkan. PPL harus mengatur pola tanam sehingga produksi tetap terjaga dan petani tidak mengalami kerugian," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....