Kenakan Pakaian Adat Melayu, Wali Kota se-Indonesia Saksikan Penutupan Gemes

  • 01 Jul 2026 20:06 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke -9 Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan di Lapangan Merdeka, resmi ditutup pada Selasa malam, 30 Juni 2026. . Penutupan yang dilakukan oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas ini juga disaksikan sekitar 96 wali kota dari seluruh Indonesia.

Pada malam penutupan, kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia tersebut mengenakan pakaian adat Melayu. Kedatangan mereka sekaligus menyambut digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke - XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang digelar di Medan.

"Suatu kehormatan kota Medan dapat menyambut Bapak dan Ibu dari seluruh penjuru Indonesia di Kota Medan. Semoga kebersamaan malam ini semakin mempererat sinergi ke depan," kata Rico.

Ia menerangkan Gemes merupakan salah satu event kebanggaan Kota Medan yang kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara.

"Gelar Melayu Serumpun bukan sekadar sebuah festival budaya tahunan. Akan tetapi menjadi wadah untuk merawat identitas, memperkenalkan warisan leluhur, seni, tradisi melayu, sekaligus menumbuhkan dan memperkuat antara masyarakat serumpun," ucapnya.

Ia menambahkan Gemes ke-9 dilaksanakan pada 27- 30 Juni 2026. Berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya telah dilaksanakan.

Kota Medan dikenal sebagai Tanah Deli yang memiliki peradaban panjang dan erat. Oleh sebab itu, melestarikan budaya Melayu berarti menjaga akar sejarah sekaligus merawat jati diri Kota Medan untuk generasi selanjutnya.

"Kami berkeinginan kemajuan Kota Medan berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai leluhur. Kita juga berterima kasih kepada seluruh wali kota yang telah hadir dengan menggunakan busana Melayu untuk menyemarakkan penutupan Gemes," ujarnya.

Ia juga berkeinginan seluruh rangkaian Rakernas Apeksi ke -XVIII yang akan berlangsung di Kota Medan hingga 4 Juli mendatang, dapat bejalan lancar dan sukses. Pertemuan tersebut diharapkan dapat melahirkan banyak sinergi, gagasan dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi kota-kota di Indonesia untuk mewujudkan kota yang tangguh.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara yang hadir pada acara penutupan mengapresiasi rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan Gemes 2026. Ia menilai berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya yang telah ditampilkan cukup baik.

"Kita turut bangga dari Kota Tanjungbalai karena merupakan bagian dari Sumatera utara. Kami merasa juga berbangga tuan rumah Apeksi kali ini dari Kota Medan," kata Mahyaruddin.

Ia menambahkan dengan adanya pertunjukan dan pengenalan kekayaan warisan leluhur, budaya, seni, tradisi, membuat Melayu semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Saya juga tadi sudah melihat penampilan-penampilan seni dan budaya. Pertunjukkan dari berbagai budaya juga yang menjadi cerminan utama wajah Kota Medan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....