BEI Sumut Perluas Basis Investor ke Luar Medan

  • 27 Jun 2026 17:43 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara (Sumut) terus memperluas edukasi pasar modal ke berbagai daerah untuk mendorong pemerataan jumlah investor di luar Kota Medan. Langkah ini dilakukan agar pertumbuhan investor tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota provinsi.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut, M. Pintor Nasution mengatakan, pihaknya kini memfokuskan pengembangan pasar modal ke 33 kabupaten dan kota di Sumut. Menurutnya, sejumlah daerah memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah investor dalam beberapa tahun mendatang.

"Kami kini fokus memperluas jangkauan ke 33 kabupaten dan kota lainnya," ujar Pintor di Medan, Kamis 25 Juni 2026.

Pintor menyebut Deli Serdang, Pematangsiantar, Binjai, Langkat, Rantauprapat, dan Padangsidimpuan menjadi daerah yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan investor cukup menjanjikan. Perluasan edukasi dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pemerintah daerah.

Hingga pertengahan 2026, Pintor menyebut jumlah Single Investor Identification (SID) di Sumut telah mencapai sekitar 1,3 juta investor. Dari jumlah ini, hampir 60 persen investor berasal dari kalangan Generasi Z atau Gen Z.

Menurut Pintor, tingginya minat generasi muda berinvestasi didorong perkembangan teknologi, kemudahan memperoleh informasi, dan semakin mudahnya membuka rekening investasi. Selain itu, karakter Gen Z juga dinilai lebih berani mengambil peluang investasi dibandingkan generasi sebelumnya. "Gen Z dinilai lebih berani mengambil risiko tinggi, seperti berinvestasi di aset kripto maupun saham," ucapnya.

Pintor menjelaskan masyarakat kini dapat mulai berinvestasi di reksa dana hanya dengan dana Rp10.000. Sementara pembukaan rekening saham juga dapat dilakukan dengan modal awal sekitar Rp100.000 sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat.

Pintor menilai keputusan Morgan Stanley Capital Index (MSCI) yang tetap mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market menjadi sentimen positif bagi pasar modal nasional. Menurutnya, keputusan tersebut membuat Indonesia terhindar dari penurunan status menjadi Frontier Market yang sempat dikhawatirkan investor.

"Meskipun sempat terjadi gejolak volatilitas akibat faktor eksternal lain, investor diharapkan tetap optimis mengingat posisi indeks yang sudah terkoreksi cukup dalam," kata Pintor.

Ia menambahkan saham-saham perbankan besar masih menjadi pilihan utama investor jangka panjang di Sumut. Saham bank-bank besar dinilai memiliki fundamental yang kuat dan relatif stabil di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Ketika terjadi koreksi harga yang cukup dalam, kondisi tersebut umumnya dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian saham.

Selain meningkatkan jumlah investor, BEI Sumut juga terus mengedukasi pelaku usaha agar memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Menurut Pintor, tantangan terbesar masih berasal dari kesiapan internal perusahaan, terutama dalam menerapkan tata kelola yang baik dan keterbukaan informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....