Nata De Coco, Produk Halal dari Limbah Industri Kelapa
- 26 Jun 2026 00:20 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Kisaran - Upaya mewujudkan ekonomi hijau terus berkembang di Desa Sei Kepayang Tengah, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Salah satu terobosan terbaru adalah pengolahan limbah air kelapa tua menjadi produk nata de coco halal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selama puluhan tahun, komoditas kelapa menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat setempat. Melalui Koperasi Sentra Kelapa Asahan, berbagai produk turunan kelapa telah dihasilkan, mulai dari virgin coconut oil (VCO), cocofiber hingga cocopeat dengan kapasitas produksi mencapai 300 karung per hari.
Namun, tingginya aktivitas produksi tersebut juga menghasilkan limbah air kelapa tua dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Air kelapa tua yang menyumbang sekitar 15 hingga 25 persen dari berat total buah kelapa biasanya terbuang begitu saja, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi maupun dampak lingkungan.
| Baca juga: Literasi Halal Dorong Daya Saing UMKM Sergai |
Ketua Koperasi Sentra Kelapa Asahan, Eldy Pranata, ST, kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada Kepala Desa Sei Kepayang Tengah. Permasalahan itu selanjutnya disampaikan melalui aplikasi pintar Desanesha, hasil kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Menanggapi laporan tersebut, ITB mengirimkan tim ahli multidisiplin yang terdiri dari pakar ekonomi syariah dan teknologi, Dr. Qoriah, serta pakar teknologi pangan, Prof. Made Tri Ari Penia. Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan akademisi dari Universitas Brawijaya untuk bidang agribisnis dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sebagai mitra akademik lokal.
Dr. Qoriah mengatakan, selama kurang lebih tiga bulan, tim menyusun konsep ekonomi hijau berkelanjutan untuk mengolah limbah air kelapa tua menjadi produk yang bernilai tambah. Setelah melalui berbagai kajian, dipilihlah nata de coco sebagai produk alternatif yang dinilai paling sesuai dengan kondisi masyarakat dan koperasi.
“Pemilihan nata de coco didasarkan pada proses produksinya yang relatif sederhana, mudah direplikasi, serta menggunakan peralatan dan bahan yang mudah diperoleh. Selain itu, permintaan pasar terhadap nata de coco juga terus meningkat seiring tren pola hidup sehat di masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pada Juni 2026 tim bersama mitra melaksanakan workshop pembuatan nata de coco di area produksi Koperasi Sentra Kelapa Asahan, Desa Sei Kepayang Tengah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Asahan, Camat Sei Kepayang, serta Kepala Desa Sei Kepayang Tengah.
Sebanyak 45 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari anggota koperasi, tenaga kerja koperasi, guru SMA dan MTs, serta masyarakat setempat yang tertarik mempelajari proses produksi nata de coco. Pelatihan secara langsung difasilitasi oleh Prof. Made Tri Ari Penia yang merupakan Guru Besar ITB di bidang teknologi pangan.
Ketua Koperasi Sentra Kelapa Asahan, Eldy Pranata, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, teknologi yang diberikan membuka peluang pemanfaatan seluruh bagian kelapa sehingga tidak ada lagi bahan baku yang terbuang sia-sia.
“Pelatihan ini sangat membantu kami yang selama ini membuang air kelapa sebagai limbah. Harapan kami, dengan teknologi yang diberikan, seluruh bagian bahan baku dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga koperasi mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi Desa Sei Kepayang Tengah,” ujarnya.
Dr. Qoriah menambahkan, salah satu keistimewaan program ini adalah penerapan standar halal dalam proses produksi nata de coco. Menurutnya, peserta tidak hanya belajar teknik produksi, tetapi juga memahami pentingnya jaminan halal sebagai nilai tambah produk.
Sementara itu, perwakilan UIN Sumatera Utara, Dr. Zulham, memberikan kuliah singkat mengenai prosedur sertifikasi halal serta urgensinya dalam meningkatkan daya saing produk. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi tersebut juga berbagi pengalaman terkait strategi pemasaran dan pemetaan harga produk koperasi agar mampu bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, pengolahan limbah air kelapa menjadi nata de coco halal diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis desa yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Asahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....