Rico Waas Tegaskan Kolaborasi Pemko dan Warga Jadi Kunci Atasi Banjir di Medan
- 21 Jun 2026 13:48 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melaksanakan kegiatan "Sapa Warga" di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu, 20 Juni 2026. Pada kegiatan tersbut rico berdialog bersama warga.
Salah seorang warga Lingkungan 17, Karang Berombak, Arifin mengeluhkan banjir yang melanda wilayahnya. Ia menyebut ketinggian air hingga sedada orang dewasa memberikan dampak trauma bagi dirinya.
Menurut Rico Waas, akar masalah ini tidak lepas dari alih fungsi lahan serta kondisi tiga sungai besar. Yakni Sungai Deli, Belawan, dan Percut, yang sudah sangat lama tidak dinormalisasi.
"Meski pengelolaan sungai tersebut berada di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II (Kementerian PUPR), saya tegaskan Pemko Medan tidak akan tinggal diam dan terus mendesak serta bersinergi dengan pusat demi menuntaskan normalisasi sungai tersebut," ucapnya.
Rico menyebut Pemko Medan mendorong pemerintah pusat untuk pembenahan sungai. SPemko Medan juga fokus mengoptimalkan apa yang menjadi wewenang mereka, yakni perbaikan drainase kota dan pembuatan kolam retensi dengan dukungan World Bank.
Namun, Rico juga menyoroti kendala tak kasat mata di lapangan, seperti struktur crossing drainase di bawah jalan raya yang pecah, serta perilaku buruk membuang sampah sembarangan. Pasukan Dinas SDABMBK kerap menemukan benda-benda tak lazim di dalam saluran air seperti sampah ekstrem mulai dari tumpukan sampah plastik setinggi dada, ban, bantal, guling, hingga kasur. Bahkan di sungai ditemukan kulkas dan sofa utuh yang sengaja dibuang oleh oknum warga.
"Saya mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin, agar pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Pemko tidak sia-sia," ucap Rico.
Sementara warga Lingkungan 8 Silalas, Ebet, mengeluhkan birokrasi yang lamban terkait fasilitas publik di lingkungannya, dan sarana olahraga di lingkungan tersebut.
"Ada 7 lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati di tempat kami karena kabel putus akibat hujan. Di belakang Gang Rela juga padam. Kami sudah lapor bolak-balik, dibalas iya, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya," ujar Ebet.
Tanpa menunda waktu, Rico langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya di lokasi acara.
"Untuk dinas perhubungan, hari ini juga langsung turun ke lokasi. Beresi semua LPJU yang mati dan perbaiki kabel-kabel yang putus. Jangan ditunda lagi," kata Rico.
Terkait lapangan olahraga, Rico menjelaskan bahwa status lahan tersebut bukan milik Pemko Medan. Namun, ia memastikan Pemko akan mencari jalan keluar terbaik.
"Untuk baju bola anak-anak, Pemko bisa bantu. Mengenai gawang, akan kami cek dahulu regulasinya, kalau diperbolehkan dipasang di lahan non-Pemko, akan kami usahakan," ucapnya.
Keluhan juga datang dari Kolonel Purnawirawan Hermansyah. Rumahnya yang berbatasan langsung dengan sungai kini terancam ambrol akibat erosi air yang kian mengikis daratan. Selain ancaman longsor, ia juga mengeluhkan jalanan berlubang, dan bahaya kabel listrik yang menjuntai rendah di sekitar lapangan olahraga.
Merespons ancaman keselamatan tersebut, Rico mengaku telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk segera bergerak ke lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....