Solidaritas Aktivis Tanjungbalai Tebar Dua Ribu Bibit Ikan di Sungai Sijambi

  • 19 Jun 2026 18:18 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Solidaritas aktivis pemerhati lingkungan di Kota Tanjungbalai menebar sebanyak 2.000 bibit ikan nila di Sungai Sijambi, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Jumat 19 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan revitalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Penebaran bibit ikan ini juga menjadi bentuk apresiasi para aktivis terhadap langkah Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, yang telah melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Sijambi. Sungai yang selama puluhan tahun dikenal dangkal dan dipenuhi sampah itu kini mulai terlihat lebih bersih dan lebar.

Sejumlah warga menyebut kondisi Sungai Sijambi saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Bahkan, anak-anak di sekitar kawasan tersebut mulai memanfaatkan sungai untuk bermain dan berenang.

Perwakilan aktivis, Ramadhan Batubara, mengatakan kegiatan penebaran bibit ikan merupakan bukti dukungan masyarakat terhadap program pemerintah dalam mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya.

“Bersama kita ketahui bahwa di Kota Tanjungbalai ini tidak sedikit aliran sungai yang sekarang sudah beralih fungsi ataupun hilang berubah menjadi bangunan,” ujarnya.

Menurut Ramadhan, langkah normalisasi Sungai Sijambi menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam menjaga dan memulihkan ekosistem sungai yang selama ini mengalami penyempitan dan pendangkalan. Ia menilai sungai memiliki peran penting sebagai saluran air, sekaligus bagian dari identitas wilayah pesisir seperti Kota Tanjungbalai yang memiliki banyak aliran sungai.

“Semoga masyarakat sekitar dapat menjaga sungai yang sudah dibersihkan dengan tidak membuang sampah dan tidak mendirikan bangunan, baik sementara maupun permanen,” katanya.

Ramadhan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai, agar manfaat program revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, sekaligus mendukung program pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Selain itu, para aktivis berharap Pemerintah Kota Tanjungbalai terus melanjutkan program normalisasi sungai di berbagai wilayah yang dinilai rawan mengalami penyumbatan aliran air.

“Kami berharap Pemko Tanjungbalai lebih berani dan lebih tegas melakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Tanjungbalai, agar dapat mencegah banjir musiman akibat pasang air laut maupun hujan deras,” ucap Ramadhan.

Melalui kegiatan tersebut, para aktivis berharap Sungai Sijambi dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung terwujudnya program Tanjungbalai EMAS yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....