Gus Irawan Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026

  • 18 Jun 2026 13:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu memimpin apel gabungan sekaligus Pencanangan dan Pelepasan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Tapanuli Selatan. Pelepasan dilakukan di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Rabu 17 Juni 2026.

Gus Irawan menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam menghadirkan data ekonomi yang berkualitas, guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menyambut dengan antusias pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan data ekonomi yang berkualitas, sehingga dapat mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali memiliki arti strategis, karena akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian hingga tingkat daerah. Ia juga menyebutkan Sensus Ekonomi 2026 menjadi lebih komprehensif, karena untuk pertama kalinya mencakup pendataan usaha sektor pertanian.

“Bagi Kabupaten Tapanuli Selatan, hal ini sangat relevan mengingat sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Potensi komoditas unggulan seperti karet, kelapa sawit, kopi, salak, serta berbagai usaha mikro memerlukan data yang akurat agar dapat dikembangkan secara lebih terarah,” ucapnya.

Gus Irawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, melalui konsep sederhana yang disebutnya sebagai TIR.

“T berarti terima, yakni menerima kedatangan petugas sensus dengan baik dan ramah. I berarti isi, yaitu mengisi data dengan benar, jujur, dan lengkap sesuai kondisi usaha yang sebenarnya. Sedangkan R, berarti rahasia, karena seluruh data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh undang-undang, serta hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” kata Gus Irawan.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran seluruh perangkat daerah terhadap pengelolaan data. Ia meminta seluruh OPD untuk aktif menyampaikan data sektoral secara tepat waktu dan akurat kepada BPS, sebagai lembaga pengolah data statistik.

“Semua kebijakan harus berbasis data. Database harus kuat dan seluruh keputusan harus didukung evidence based policy. BPS adalah dapurnya, tetapi sumber data berasal dari kita semua. Jika data yang masuk tidak baik, maka hasil yang keluar juga tidak akan baik,” ujar Gus Irawan.

Ia juga mendorong percepatan digitalisasi data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, guna menghasilkan informasi yang lebih akurat, terkini, dan mudah diakses sebagai dasar perencanaan pembangunan. Gus Irawan mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 dengan tema “Mencatat Ekonomi Indonesia.”

“Tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk didata, dan tidak ada usaha yang boleh terlewatkan. Setiap usaha memiliki kontribusi bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi masa depan Tapanuli Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” kata Gus Irawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....