Rico Ajak Warga Medan Rawat Harmoni dan Tebar Kedamaian Momentum Perayaan Waisak
- 15 Jun 2026 19:52 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan. Waisak menjadi momentum untuk menumbuhkan kedamaian dari hal paling sederhana, yakni diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.
Rico menyampaikan makna Waisak tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momen refleksi diri untuk menghadirkan kedamaian dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan sosial.
“Marilah kita menjadikan Waisak sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rico pada perayaan Waisak 2570 BE/2026 M, Sabtu, 13 Juni 2026.
Rico mengajak masyarakat melepaskan rasa iri, dengki, kebiasaan menyalahkan orang lain, serta emosi yang berlebihan agar tercipta suasana yang harmonis dan penuh ketenangan. Ia juga menegaskan kedamaian sejati tidak diukur dari kekayaan maupun jabatan, melainkan dari kemampuan hidup dalam suasana penuh cinta kasih, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.
“Ketika kita mampu hidup dengan cinta kasih dan saling menghormati, di situlah kedamaian yang sesungguhnya dapat dirasakan,”kata Rico.
Sementara itu, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra menyampaikan harmoni dalam keberagaman merupakan fondasi mutlak kemajuan ibu kota Sumatera Utara ini. Melalui tema "Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", Arman Chandra mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan krusialnya menjaga kompas moral di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Menurutnya, esensi dari kedamaian sejati bukanlah tentang memaksakan keseragaman, melainkan tentang bagaimana setiap individu mampu merangkul perbedaan dengan penuh rasa hormat.
"Perdamaian tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan kita untuk hidup berdampingan dalam keberagaman," ucap Arman.
Arman menyebut perayaan Hari Waisak menjadi cerminan nyata dari identitas asli Kota Medan. Berbagai suku, ras, dan agama dapat melebur dalam satu ikatan persaudaraan yang kokoh.
"Kami apresiasi yang mendalam kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan atas dukungan tanpa henti yang membuat perayaan Waisak dapat berjalan secara masif, meriah, dan inklusif. Bagi Walubi, langkah nyata Pemko Medan dalam memfasilitasi hari besar keagamaan merupakan bukti otentik bahwa kenyamanan beribadah adalah hak bagi semua warga," katanya.
Puncak perayaan Hari Waisak 2570 BE/ 2026 ditandai dengan penyalaan api obor atau pelita perdamaian, termasuk lilin sebagai simbol harapan akan terwujudnya kehidupan yang harmonis, toleran, dan saling menghormati. Penyalaan api obor ibu dilakukan Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap serta unsur Forkopimda dan tokoh agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....