Plh. Wali Kota Tanjungbalai Sidak SPBE Cari Penyebab Kelangkaan Gas 3 Kilogram
- 03 Jun 2026 08:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Pelaksana Harian (Plh.) Wali Kota Tanjungbalai, Fadly Abdina, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen LPG dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Tomimaru Gasindo. Sidak dilakukan di lokasi seputaran Jalan Jenderal Sudirman Kota Tanjungbalai.
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan LPG subsidi sekaligus mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Termasuk menyikapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kota Tanjungbalai,
Fadly Abdina mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima berbagai informasi dari masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram serta adanya harga jual yang dinilai tidak normal di tingkat pengecer.
"Beberapa hari ini kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram dan harga yang juga tidak normal. Karena itu, Pemko Tanjungbalai langsung turun ke SPBE subsidi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya," ujarnya.
Dari hasil peninjauan di SPBE PT. Tomimaru Gasindo, Fadly menyebutkan bahwa stok LPG subsidi dalam kondisi aman. Selain itu, tidak ditemukan adanya kenaikan harga maupun pembatasan distribusi kepada agen yang dilakukan oleh pihak SPBE.
"Dari hasil kunjungan ini, pasokan di SPBE aman, harga juga tidak mengalami kenaikan dan tidak ada pembatasan yang diberikan pihak SPBE kepada agen LPG," katanya.
Selanjutnya, Pemko Tanjungbalai akan melakukan monitoring langsung ke seluruh agen LPG yang beroperasi di Kota Tanjungbalai. Pemerintah juga akan mengecek jumlah tabung yang diterima masing-masing agen setiap harinya dari pihak SPBE guna mengetahui titik permasalahan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan di lapangan.
"Setelah dari SPBE, kami akan melakukan monitoring langsung ke agen-agen LPG yang ada di Kota Tanjungbalai serta mengecek jumlah tabung gas yang diterima setiap hari. Hal ini untuk mencari tahu di mana sebenarnya permasalahan yang terjadi," ucapnya.
Pemko Tanjungbalai juga akan meminta data distribusi LPG dari Pertamina untuk disesuaikan dengan jumlah agen dan pangkalan yang ada di Kota Tanjungbalai serta kebutuhan masyarakat terhadap LPG subsidi.
"Tentu ini harus kita selesaikan agar masyarakat dapat memperoleh gas 3 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari dengan mudah dan tidak lagi khawatir terhadap kelangkaan LPG subsidi," katanya.
Fadly menjelaskan, saat ini terdapat lima agen dan 222 pangkalan LPG yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tanjungbalai. Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan sementara, tidak ditemukan kendala dari sisi penyedia atau pengisian gas.
"Dari penyedia yaitu PT. Tomimaru Gasindo tidak ada masalah. Stok sama seperti biasa dan mereka hanya penyedia atau tempat pengisian saja. Karena itu, kami akan melakukan pengecekan langsung mulai dari agen hingga pangkalan. Mungkin ada persoalan tata niaga yang terjadi di tengah masyarakat," ujarnya.
Terkait adanya dugaan penyalahgunaan LPG subsidi melalui praktik penyulingan dari tabung 3 kilogram ke tabung non-subsidi berukuran 12 kilogram, Fadly mengaku belum ingin berspekulasi sebelum memperoleh fakta di lapangan.
"Kita tidak ingin berspekulasi. Jangan sampai karena ulah oknum tertentu kemudian mendiskreditkan program pemerintah maupun upaya-upaya yang dilakukan Pertamina. Karena itu, kami memilih untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan sebelum mengambil kesimpulan," kata Plh. Wali Kota Tanjungbalai.
Di akhir keterangannya, Fadly Abdina mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungbalai untuk ikut mengawasi distribusi LPG subsidi 3 kilogram. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan aktivitas ilegal yang berkaitan dengan penyalahgunaan gas subsidi.
"Jika masyarakat mengetahui adanya kegiatan ilegal terkait LPG subsidi 3 kilogram, silakan laporkan. Pemko Tanjungbalai akan bersinergi dengan pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....