Bupati Dairi Luncurkan Asuransi Parametrik Lindungi Petani Kopi
- 26 Mei 2026 09:55 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Dairi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi meluncurkan Pilot Model Produk Asuransi Parametrik Indeks Cuaca dan Tabungan bagi 199 orang petani kopi. Pemkab juga menyerahkan Polis Asuransi Parametrik Indeks Cuaca dan Buku Tabungan Martabe bagi 199 orang petani kopi peserta program ROOTS.
Program ini digagas oleh Mercy Corps Indonesia, sebagai langkah memperkuat ketahanan petani kopi menghadapi risiko perubahan iklim. Program ini sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat tani.
Bu pati Dairi Vickner Sinaga, mengatakan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Dairi. Daerah tersebut memiliki 15 kecamatan dan 169 desa dan kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai 329.341 jiwa.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Dairi mendukung penuh Program ROOTS (Resilience Oriented Solutions for Thriving Smallholders) yang menyasar 1.000 petani kopi di enam desa di Kecamatan Sumbul dan Parbuluan. Program tersebut melibatkan 60 persen petani perempuan dan 40 persen petani laki-laki.
“Melalui produk asuransi ini, diharapkan petani kopi akan beralih dari manajemen krisis reaktif ke pembangunan ketahanan proaktif. Mengamankan mata pencaharian mereka dan masa depan pertanian kopi berkelanjutan di Kabupaten Dairi," katanya, pada peluncuran kegiatan di Dairi, Senin 25 Mei 2026.
Enam desa penerima manfaat program ROOTS, yakni Desa Pegagan Julu VI, Pegagan Julu VII, Pegagan Julu VIII, dan Desa Perjuangan di Kecamatan Sumbul, serta Desa Parbuluan III dan Parbuluan IV di Kecamatan Parbuluan. Sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan petani terhadap risiko tersebut, Program ROOTS berkolaborasi dengan Bank Sumut dan Zurich Syariah Indonesia telah memfasilitasi pelatihan literasi keuangan, edukasi produk asuransi parametrik indeks cuaca, serta akses terhadap layanan keuangan bagi petani kopi di Kabupaten Dairi.
Asuransi parametrik indeks cuaca merupakan solusi inovatif yang memberikan perlindungan berbasis data cuaca sebagai parameter utama dalam pencairan klaim. Dengan mekanisme ini, proses klaim dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien tanpa memerlukan survei lapangan.
Ia juga meminta camat dan kepala desa aktif mengawal keberlangsungan program, serta memotivasi petani agar mengikuti seluruh kegiatan yang dijalankan Mercy Corps Indonesia. Vickner juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program, khususnya The Starbucks Foundation atas kontribusinya dalam pengembangan ketahanan petani kopi di Kabupaten Dairi.
Senada dengan Vickner, Kepala Bappeda Kabupaten Dairi Romedi Bangun, menyebut Program ROOTS menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan petani kopi di Kabupaten Dairi menghadapi dampak perubahan iklim. Selain itu, program ini juga memperkuat ketahanan finansial petani melalui literasi keuangan, akses tabungan, pembayaran digital, hingga asuransi parametrik berbasis cuaca.
Romedi juga memaparkan keberhasilan Program BENTANI Light yang dijalankan sejak Juni 2024 hingga Januari 2026 di 10 desa pada lima kecamatan di Kabupaten Dairi. Program tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesehatan, literasi keuangan, dan pengembangan bisnis kepada 3.700 orang petani kopi perempuan, istri petani kopi dan anak perempuan di lingkungan pertanian kopi.
Romedi berharap berbagai program tersebut mampu menciptakan masyarakat petani kopi yang lebih tangguh, sehat, mandiri, dan berdaya saing dalam mendukung keberlanjutan sektor kopi di Kabupaten Dairi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....