Pemadaman Listrik di Sumut, Masyarakat Alami Nasib Beragam
- 23 Mei 2026 12:34 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Pemadaman listrik yang terjadi di sebagian wilayah Provinsi Sumatera Utara, Aceh, Jambi dan Riau sejak Jumat malam pukul 18.45 WIB berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, ada pelaku usaha yang mengalami kerugian, namun ada pula yang justru kebanjiran rezeki akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat selama listrik padam.
Kota Tanjungbalai menjadi salah satu daerah yang terdampak pemadaman. Seluruh wilayah kota mengalami listrik padam selama berjam-jam sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Akibat pemadaman tersebut, sejumlah warung kopi, rumah makan hingga gerai minimarket yang biasanya beroperasi 24 jam terpaksa tutup lebih awal. Salah seorang karyawan minimarket, Rani, mengatakan toko tempatnya bekerja harus menghentikan operasional karena bahan bakar genset habis.
| Baca juga: Tiorita Surbakti Jadi Plt Bupati Langkat |
“Kami biasanya buka 24 jam, tapi karena lampu lama padamnya, terpaksa harus tutup karena bahan bakar genset tidak cukup sampai delapan jam,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Sementara, pantauan RRI di lapangan menunjukkan masyarakat ramai mendatangi toko toserba untuk membeli lampu emergency. Tingginya permintaan membuat stok lampu emergency di sejumlah toko habis dalam waktu singkat.
Salah seorang pegawai toko, Andi, mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti mencari lampu darurat.
“Kami sampai kehabisan stok. Tidak sedikit masyarakat membeli lebih dari satu lampu,” katanya.
Tidak hanya toko perlengkapan listrik, sejumlah konter handphone juga dipadati warga yang membeli powerbank untuk menjaga ponsel tetap dapat digunakan selama listrik padam.
Di sisi lain, sejumlah penginapan di kawasan Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai tampak ramai dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagian masyarakat memilih menginap untuk menghindari panasnya suhu rumah akibat tidak adanya aliran listrik.
Budi, salah seorang warga yang memilih menginap di hotel, mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan demi kenyamanan keluarganya. “Kalau saya sebenarnya tidak masalah tidur di rumah, cuma kasihan anak-anak menangis karena tidak tahan kondisi rumah gelap dan panas,” ujarnya.
Pemadaman listrik juga membuat sejumlah warung kopi Aceh yang biasanya buka selama 24 jam harus menghentikan operasional sementara karena tidak memiliki genset. Sebagian pelaku usaha baru kembali membuka usahanya setelah aliran listrik kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....