PDHI Sumut Minta Panitia Kurban Pisahkan Daging dan Jeroan

  • 23 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Sumatera Utara, drh. Chalikul Bahri mengingatkan panitia kurban agar memisahkan penanganan daging dan jeroan hewan kurban. Imbauan itu disampaikan dalam kegiatan edukasi kurban yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara melalui Zoom Meeting dan siaran YouTube pada Rabu, 20 Mei 2026.

drh. Chalikul menjelaskan, jeroan memiliki risiko tinggi mencemari daging apabila dicuci dan ditangani di tempat yang sama. Karena itu, ia mengatakan lokasi pencucian jeroan sebaiknya dipisahkan dari area pengolahan daging.

“Jeroan hijau seperti usus dan lambung jangan dicuci berdekatan dengan daging. Air cucian jeroan bisa mencemari daging dan membuat kualitasnya menurun,” ujarnya.

drh. Chalikul juga menyoroti kebiasaan masyarakat mencuci usus di sungai atau saluran air umum. Menurutnya, praktik tersebut perlu dihentikan karena dapat mencemari lingkungan sekitar.

drh. Chalikul menyarankan agar limbah pencucian jeroan dibuang ke lubang khusus atau septic tank. Langkah itu dinilai lebih aman dan membantu menjaga kebersihan lingkungan saat Iduladha.

Selain itu, panitia kurban diminta menjaga kebersihan tangan saat menangani daging. Panitia yang memegang kulit atau jeroan harus mencuci tangan sebelum kembali memegang daging kurban.

“Jangan setelah memegang isi perut langsung memegang daging. Kebersihan tangan sangat penting agar daging tetap higienis,” katanya.

drh. Chalikul berharap panitia kurban tahun ini semakin memahami pentingnya standar kebersihan dalam proses penyembelihan. Dengan penanganan yang tepat, kualitas daging kurban dapat tetap terjaga hingga diterima masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....