Industri Sawit Harus Ramah Lingkungan dan Berpihak pada Rakyat

  • 20 Mei 2026 10:01 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya, menaruh harapan besar terhadap perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Menurutnya, industri sawit tidak hanya dituntut kuat secara ekonomi, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Surya saat membuka acara Socfindo Conference on Practical Application & Exhibition (Scopex) 2026, di Medan, Selasa 19 Mei 2026. Ia menegaskan, penguatan riset, teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan inovasi menjadi kunci utama kemajuan industri sawit ke depan.

“Tidak boleh berhenti di laboratorium atau ruang diskusi saja, tetapi harus mampu diterapkan secara nyata, membantu petani, meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, memperkuat daya saing, serta menjaga keberlangsungan lingkungan hidup,” kata Surya.

Surya juga mengenang masa kecilnya yang tumbuh di lingkungan perkebunan kelapa sawit di Pulau Raja, Kabupaten Asahan. Ia membandingkan kondisi sosial di lingkungan perkebunan pada masa lalu dengan situasi saat ini yang dinilainya jauh lebih terbuka dan harmonis.

Pulau Raja, menurut Surya, merupakan lokasi pertama penanaman kelapa sawit di Sumatera Utara oleh perusahaan asal Jerman dan Belgia. Ia menyebut dulu kasta sosial di masyarakat juga sangat kental, staf tidak boleh bertemu manajer. Bahkan jika pegawai perusahaan menggelar pesta, masyarakat tidak boleh lewat.

“Tetapi sekarang jauh berubah, semua semakin baik, tidak ada batas antara masyarakat dan perusahaan, staf dengan PT. Itulah perubahan positif yang terus kita harapkan,” ujar Surya.

Surya juga berharap perusahaan-perusahaan sawit tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan bersama pemerintah.

“Kita sebagai pemangku kepentingan, hal yang utama adalah kesejahteraan rakyat. Perusahaan juga punya tanggung jawab itu, bersama pemerintah menjaga lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Scopex 2026 Indra Syahputra mengatakan, produksi kelapa sawit Sumut saat ini mencapai sekitar 2 juta ton per tahun. Ia menyebut produktivitas perusahaan rata-rata mencapai 3,6 ton per hektare, sedangkan petani sekitar 2,5 ton per hektare.

“Bila kita ingin meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa menambah lahan, kita harus menggunakan bibit yang benar, tanam di tempat yang benar, dan mengelola dengan benar. Oleh karena itu, kita ada di sini untuk berdiskusi dan menemukan solusi bagi tantangan perkebunan sawit saat ini,” kata Indra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....