PNM Pematangsiantar Bina Usaha Mikro hingga Pelosok Asahan-Tanjungbalai
- 09 Mei 2026 00:03 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - PNM Cabang Pematang Siantar memastikan jangkauan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Membina dan Memberdaya (Mba Maya) tetap merata hingga ke daerah pelosok. Selama rentang waktu 4 hingga 16 Mei 2026, tim lapangan menyisir 16 titik lokasi untuk memberikan pelatihan standar profesional.
Staff Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Pematangsiantar, Paska Shintia Br Bangun, mengatakan, langkah jemput bola dilakukan agar nasabah yang berada jauh dari pusat kota tetap mendapatkan hak yang sama dalam hal pengembangan intelektual usaha. Pihaknya menyadari bahwa tantangan terbesar bagi pelaku usaha mikro di daerah terpencil adalah minimnya akses informasi mengenai legalitas dan standar produk.
Ia menambahkan bahwa pemisahan sektor antara Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai memungkinkan tim untuk menyesuaikan kurikulum pelatihan dengan karakteristik geografis masing-masing daerah. Di kawasan pesisir dan perdagangan, materi lebih dititikberatkan pada optimalisasi jasa, sementara di pedalaman lebih pada produksi barang.
"Kami PNM Pematangsiantar memastikan program Mba Maya ini menjangkau pelosok daerah agar dampak transformasi ekonomi terasa langsung," kata Paska, Jumat, 8 Mei 2026.
Meskipun lokasi tersebar di 16 titik, Paska menyebut standar materi dan kualitas pelayanan tetap dijaga agar selaras dengan visi besar PNM secara nasional. Kendala jarak bagi pihaknya bukan lagi penghalang bagi pegawai BUMN untuk memberikan pembinaan berkualitas bagi masyarakat di strata ekonomi bawah.
"Tujuannya agar nasabah mengerti bahwa mereka dibimbing, dibina, dan diajari agar usaha mereka berkembang pesat," ucap Paska.
Ia juga berharap, dengan digulirkannya program Mba Maya, tidak ada lagi pelaku usaha mikro yang merasa berjalan sendirian tanpa arahan dari pemerintah.
"Kehadiran kami selaku pendamping di lapangan, tentunya motivasi bagi PNM, yang akan selalu hadir sebagai sahabat sejati bagi para pejuang ekonomi rakyat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....