Bupati Langkat Duduk Bersama Massa Aksi May Day, Tegaskan Komitmen Bela Hak Buruh

  • 03 Mei 2026 05:36 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Langkat - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Langkat berlangsung kondusif, dengan diwarnai aksi damai dari aliansi buruh dan mahasiswa, Jumat 1 Mei 2026. Massa aksi yang tergabung dalam KAMMI Langkat, HIMMAH Langkat, dan Forum Diskusi Perkebunan Indonesia, berkumpul di depan Kantor Bupati Langkat.

Massa Aksi mengenakan kostum “Marsinah”, sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia. Mereka menyampaikan orasi terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan di wilayah Langkat.

Bupati Langkat Syah Afandin, bersama Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo hadir menemui massa. Koordinator aksi, Bayu, menyampaikan sejumlah tuntutan.

Tuntutan buruh antara lain, meminta pembentukan satuan tugas (satgas) khusus ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, dan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68 Tahun 2023. Buruh juga meminta penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis buruh dan pejuang HAM di seluruh perkebunan di Kabupaten Langkat.

“Kami hari ini hadir menyampaikan aspirasi secara damai dan terbuka. Ini adalah momentum untuk memperjuangkan hak-hak kesejahteraan buruh,” ujarnya.

Syah Afandin mengajak massa aksi untuk duduk bersama dan berdialog secara langsung. Ia mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai.

“Terima kasih telah menyampaikan aspirasi ini dengan tertib. Kita sedang merumuskan formulasi untuk membentuk satgas khusus ketenagakerjaan, karena ini sangat penting demi kesejahteraan buruh,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syah Afandin menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat. Ia optimistis bahwa kebijakan ke depan akan lebih berpihak kepada buruh.

“Saya akan sampaikan tuntutan ini ke pemerintah pusat. Saya yakin di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kesejahteraan buruh akan semakin diperhatikan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar para buruh tidak ragu melaporkan jika mengalami intimidasi atau ancaman dari pihak perusahaan, akibat keikutsertaan dalam aksi tersebut.

“Laporkan kepada saya jika ada perusahaan yang mengancam kalian karena aksi hari ini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....