Reksa Dana di Indonesia Tumbuh Signifikan Tahun 2025

  • 29 Apr 2026 18:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dana kelolaan industri Reksa Dana di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan pada akhir tahun 2025. Nilainya mencapai Rp679,24 triliun atau tumbuh 35,06 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara total, dana kelolaan investasi nasional juga meningkat menjadi Rp1.007,65 triliun. Angka ini naik 25,19 persen dibanding akhir tahun 2024 yang sebesar Rp804,87 triliun.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir setelah periode sebelumnya cenderung stagnan. Kondisi ini mencerminkan penguatan kembali industri pengelolaan investasi di Indonesia.

Reksa Dana Pendapatan Tetap mencatat pertumbuhan Assets Under Management (AUM) paling tinggi sepanjang tahun 2025. Disusul Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Terproteksi dan Reksa Dana Saham.

Sementara itu, Reksa Dana Indeks justru mengalami penurunan pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan investor Indonesia masih cenderung berprofil konservatif hingga moderat.

Dari sisi kinerja, Reksa Dana Saham mencatat imbal hasil tertinggi sebesar 17,23 persen. Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan IHSG yang mencapai 22,13 persen pada 2025.

Reksa Dana Campuran mencatat imbal hasil 12,48 persen, disusul Reksa Dana Pendapatan Tetap 6,96 persen. Sementara Reksa Dana Pasar Uang membukukan kinerja sebesar 3,18 persen.

Jumlah investor Reksa Dana juga terus meningkat menjadi 19,2 juta single investor identification (SID). Angka ini tumbuh 3,23 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menariknya, investor didominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun dengan porsi 54,24 persen. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran investasi sejak usia muda di Indonesia.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat. “Pertumbuhan dana kelolaan Reksa Dana menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi profesional,” ujarnya di Medan, Selasa, 14 April 2026.

Ia menambahkan APRDI bersama OJK dan SRO terus mendorong literasi dan inklusi melalui program SOSEDU APRDI 2026. Program ini diwujudkan melalui edukasi, kampanye dan kegiatan di berbagai kota di Indonesia.

Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri menegaskan pentingnya investasi terencana sekaligus kewaspadaan terhadap investasi ilegal di masyarakat.

“Kami memperkenalkan PINTAR Reksa Dana untuk memperluas akses dan membangun kebiasaan investasi sehat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....