BKKBN Sumut Apresiasi Madina dan Samosir Raih Pengelolaan DAK KB 2025

  • 28 Apr 2026 20:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) memberikan penghargaan Apresiasi Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana Tahun Anggaran 2025, kepada dua kabupaten di Sumatera Utara yang berprestasi di tingkat nasional. Kabupaten Mandailing Natal meraih juara 1 nasional kategori pagu besar, sedangkan Kabupaten Samosir meraih juara 1 nasional kategori pagu kecil.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, serta Asisten II Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, pada kegiatan Rapat Pengendalian Program (Radalgram) di Kantor BKKBN Sumut, Selasa 28 April 2026.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Fatmawati, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Penghargaan ini kami harapkan menjadi motivasi bagi seluruh kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan program, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menuturkan setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Mulai dari tingginya angka stunting, rendahnya partisipasi ber-KB, hingga keterbatasan akses layanan. Karena itu, strategi yang dijalankan harus berbasis data dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain itu, Fatmawati juga menekankan pentingnya pelaporan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai dasar intervensi yang tepat sasaran. Khususnya bagi keluarga berisiko stunting.

“Jika data tidak masuk dengan baik, maka intervensi tidak akan maksimal. Karena itu pelaporan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program,” ucapnya.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, menyampaikan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran daerah dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana.

“Ini adalah pencapaian bersama, bukan hanya kami yang menerima secara simbolis. Terima kasih atas bimbingan dan kerja keras seluruh pihak yang telah mendukung sehingga program dapat berjalan dengan baik di Mandailing Natal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan DAK tidak hanya dilihat dari sisi administrasi, tetapi juga dari dampak nyata di lapangan. Program yang dijalankan di Mandailing Natal mencakup pengendalian jumlah anak, penyediaan alat kontrasepsi, hingga intervensi percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, angka stunting di Mandailing Natal telah menunjukkan penurunan signifikan. Sehingga menjadi semangat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Asisten II Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, mengatakan penghargaan yang diraih menjadi penyemangat bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja. Meskipun dengan alokasi anggaran yang terbatas.

“Walaupun pagunya kecil, kami tetap berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Dukungan pimpinan daerah dan sinergi OPD menjadi kunci sehingga target kinerja dapat tercapai,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan pagu anggaran sekitar Rp3 miliar, Kabupaten Samosir mampu merealisasikan lebih dari 95 persen anggaran melalui pelaksanaan program yang difokuskan pada aksi nyata di lapangan. Mulai dari koordinasi lintas sektor, hingga intervensi terhadap isu prioritas seperti stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....