KKR Simalungun Dorong Pemuda Berdoa untuk Negeri
- 28 Apr 2026 17:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Komunitas Youth Revival menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertema Rise and Shine, Berdoa Untuk Negeri. Kegiatan berlangsung di Gedung Rajawali Institut Agama Kristen Renatus (IAKR), Kabupaten Simalungun, Jumat 24 April 2026.
Acara terbuka ini mengundang pemuda Kristen di Pematangsiantar dan Simalungun untuk bersatu dalam doa bersama. Fokus kegiatan menumbuhkan iman yang teguh serta kepedulian generasi muda terhadap bangsa melalui doa.
Tema Rise and Shine diambil dari ayat Yesaya 60:1 sebagai landasan kebangkitan iman generasi muda. Peserta diharapkan bangkit dalam iman, bersinar dalam kasih, serta menjadi generasi pendoa bagi Indonesia.
Kegiatan menghadirkan pembicara utama Ps. Ferry Y. Soemuruk dan diikuti sekitar 2.500 siswa SMA dan SMK. Peserta berasal dari Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun yang mengikuti rangkaian ibadah dan pembinaan rohani.
Ketua panitia, Pdt. Rudy Siallagan menyebut pelaksanaan kegiatan menghadapi berbagai tantangan sejak awal proses persiapan acara.
"Kami tetap percaya Tuhan menuntun hingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan penuh sukacita," ujar Rudy.
Rudy menambahkan peserta merupakan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan bangsa.
"Melalui KKR ini kita harus bangkit dan bersinar menjadi calon pemimpin yang membawa perubahan positif," katanya.
Ketua IAKR, Naomi Sirait mengapresiasi panitia yang telah menyukseskan kegiatan serta memperkenalkan kampus kepada siswa. Ia berharap peserta semakin semangat untuk bangkit, belajar, dan berkontribusi bagi bangsa melalui nilai keimanan.
Ketua umum panitia, James Andohar Siahaan menyebut kegiatan ini bertujuan mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Ia pun berharap peserta dapat terbentuk menjadi pemuda berkarakter, handal, dan mampu bersaing di berbagai tingkatan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, August Sinaga menilai tantangan utama pendidikan saat ini adalah karakter generasi muda.
"Tanpa karakter dan jati diri, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan global," ucapnya.
Anggota DPD RI, Pdt. Penrad Siagian yangdiwakili tenaga ahli Ferry Panjaitan mengingatkan tantangan generasi muda seperti narkoba dan pergaulan bebas. Ia menilai doa menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks saat ini.
Sekretaris panitia, Andry Napitupulu berharap kegiatan ini memicu pergerakan rohani yang nyata di kalangan anak muda.
"Kita ingin generasi muda tidak hanya bersinar bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi terang bagi negeri," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....