Dua Jembatan Aramco Dibangun di Pagindar

  • 28 Apr 2026 16:46 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Pakpak Bharat — Upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan kembali ditunjukkan Kodim 0206/Dairi melalui pembangunan dua unit jembatan Aramco di Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, pada Selasa, 28 April 2026. Proyek ini melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat sebagai solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dikeluhkan warga.

Keterbatasan akses tersebut terutama dirasakan saat musim hujan yang kerap memicu longsor dan memutus jalur penghubung antar desa. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.

Pembangunan jembatan pertama berlokasi di Dusun Lae Tembuk Daling, Desa Sibagindar, dengan panjang 6 meter. Jembatan ini menghubungkan Desa Kecupak, Kecamatan PGGS, dengan Desa Sibagindar.

Hingga saat ini, progres pemasangan batu armco pada jembatan tersebut telah mencapai 17 persen. Pengerjaan dilakukan oleh 10 personel gabungan dari Kodim 0206/Dairi dan Yonif TP 906.

Sementara itu, jembatan kedua berada di Dusun Lae Labah Tedung di desa yang sama dengan panjang yang juga mencapai 6 meter. Jembatan ini menghubungkan Desa Lagan Kecupak dengan Desa Sibagindar.

Progres pembangunan jembatan kedua saat ini telah mencapai 14 persen. Kedua proyek tersebut terus dikebut guna mempercepat manfaat bagi masyarakat.

Komandan Kodim 0206/Dairi, Letkol Czi Nanang Sujarwanto, melalui Danramil 07/Salak, Kapten Inf A.F. Sagala, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan dilakukan melalui penguatan infrastruktur desa yang berdampak langsung pada berbagai sektor.

“Pembangunan ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah untuk membuka akses yang selama ini terbatas. Dengan jembatan ini, distribusi hasil pertanian akan lebih lancar, mobilitas masyarakat meningkat, dan aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih baik,” ujarnya.

Kapten Sagala menambahkan, proses pembangunan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pekerjaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bagi masyarakat, pembangunan jembatan ini menjadi harapan yang telah lama dinantikan. Salah seorang warga bermarga Berutu mengatakan selama ini warga harus menghadapi medan sulit dan risiko tinggi saat melintasi jalur penghubung, terutama saat debit air meningkat.

“Kami sangat bersyukur, jembatan ini akan sangat membantu kami. Semoga cepat selesai supaya aktivitas kami lebih mudah,” katanya.

Dengan hadirnya dua jembatan Aramco ini, masyarakat optimistis akses transportasi akan semakin lancar. Selain itu, waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya distribusi hasil pertanian dapat ditekan.

Proyek ini juga menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....