BI Sumut Perkuat Pasokan Cabai Antar Wilayah
- 23 Apr 2026 16:00 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Bank Indonesia (BI) memperkuat pengendalian inflasi melalui kerja sama antar daerah komoditas cabai merah keriting. Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan pasokan dan harga antara daerah surplus dan daerah yang mengalami kekurangan pasokan.
Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memfasilitasi pengiriman cabai dari Kabupaten Karo menuju Kota Palangka Raya. Total cabai merah keriting yang dikirim mencapai 1,05 ton dan dilakukan dalam tiga tahap pengiriman bertahap.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga pangan dan inflasi daerah.
“Iya kalau kami dari Bank Indonesia, kerja sama antar daerah ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga kestabilan harga,” ujar Rudy di halaman kantor Gubernur Sumut, Rabu 22 April 2026.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut bersifat antisipatif karena merespons potensi kerugian petani akibat harga yang terlalu rendah. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah secara berkelanjutan.
Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengapresiasi sinergi pengendalian inflasi melalui distribusi antar daerah tersebut.
“Yang menentukan harga adalah gapoktan, sementara BI membantu distribusi agar proses berjalan lancar,” ujar Bobby.
Ia menilai kerja sama ini penting untuk menjaga keseimbangan pasokan sekaligus menghindari lonjakan maupun penurunan harga ekstrem. Pemerintah daerah juga mendukung pembiayaan distribusi untuk memperlancar arus komoditas antarwilayah.
Sementara Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, menyebut pengiriman cabai dilakukan bertahap untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Yang pertama 350 kilogram, dan total yang sudah kita kirim itu 1 ton 50 kilogram,” katanya.
Ia berharap kerja sama ini dapat berlanjut karena potensi produksi cabai di Kabupaten Karo masih sangat besar. Luas lahan cabai di wilayah tersebut mencapai sekitar 4.000 hektare dan berpotensi memenuhi kebutuhan berbagai daerah.
Ketua Gapoktan Terpuk Sisiwah di Desa Suka Kecamatan Tigapanah, Pedoman Ginting, mengaku petani terbantu dengan adanya kepastian harga melalui skema kerja sama antar daerah.
“Kami sepakat harga di angka Rp21.000 agar petani tetap memperoleh keuntungan dari hasil panen,” katanya.
Ia menjelaskan harga cabai sempat mengalami penurunan tajam sebelum kerja sama distribusi antar daerah mulai dilakukan. Setelah distribusi berjalan, harga berangsur naik sehingga kondisi petani menjadi lebih stabil.
Kerja sama ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga cabai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah sentra produksi. Penguatan distribusi antar wilayah menjadi strategi penting untuk pengendalian inflasi yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....