Bupati Tapsel Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian 2026

  • 21 Apr 2026 13:18 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Jakarta-Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian terkait prediksi kekeringan ekstrem 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Senin, 20 April 2026.

Rakor nasional dilaksanakan sebagai tindak lanjut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kekeringan ekstrem tahun 2026 sekaligus arahan Menteri Pertanian dalam memperkuat program swasembada pangan berkelanjutan di seluruh daerah Indonesia.

Gus Irawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat strategis dalam mendorong kebijakan pertanian nasional sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi ancaman perubahan iklim.

"Saya kira ini sesuatu yang sangat baik untuk mendorong keputusan pembangunan pertanian kita. Paparan menteri sangat komprehensif dan hari ini masuk tahap finalisasi, terutama terkait bantuan APBN untuk penguatan irigasi,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menyebut dukungan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sangat dibutuhkan Kabupaten Tapanuli Selatan, mengingat daerah tersebut mengalami bencana pertanian yang menyebabkan lebih dari 3.000 hektare lahan sawah mengalami gagal panen. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini fokus mengejar peningkatan produktivitas guna menutup kekurangan produksi akibat kerusakan lahan pertanian.

“Walaupun ada sekitar 3.000 hektare sawah yang gagal panen, kita optimistis dapat menutup gap produksi melalui peningkatan produktivitas. Di samping rehabilitasi lahan sekitar 600 hektare dari Kementerian Pertanian yang sedang berjalan, peningkatan produktivitas menjadi prioritas utama,” ucap Gus Irawan.

Gus Irawan juga mengungkapkan bahwa Pemkab Tapanuli Selatan tengah mengembangkan varietas padi unggul tahan kekeringan, yakni Gamagora, yang telah dikembangkan di empat lokasi dan menunjukkan hasil produksi hingga 9,6 ton per hektare.

Selain itu, pemerintah daerah juga sedang melatih para penangkar benih guna memastikan ketersediaan benih Gamagora di Tapanuli Selatan, mengingat semakin berkurangnya debit air akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

“Gamagora menjadi salah satu jawaban atas persoalan kekurangan air di sawah-sawah kita. Ini solusi jangka panjang menghadapi climate change,” katanya.

Rakor mitigasi kekeringan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas pertanian yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....