Adu Argumen Sesama Pedagang Warnai Dialog dengan Walikota
- 14 Apr 2026 08:51 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Dialog antara para pedagang dengan Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, di Aula Sutrisno Kantor Walikota pada Senin, 13 April 2026 berlangsung memanas. Adu argumen antar sesama pedagang tak terhindarkan, terutama terkait rencana penempatan pedagang ikan pasca relokasi.
Pedagang ikan yang selama ini berjualan di badan jalan meminta agar ditempatkan di Pasar Bahagia yang baru. Mereka beralasan, di lokasi lama sudah terdapat pedagang ikan, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan persaingan yang tidak seimbang.
Namun, perbedaan pendapat muncul di antara pedagang. Pedagang yang berada di luar atau yang akan direlokasi meminta agar tidak ada pemisahan antara penjual ikan dan sayur.
Sementara itu, pedagang yang sudah berada di dalam Pasar Bahagia menyatakan setuju jika pemerintah merelokasi pedagang dari luar. Namun, mereka memberikan syarat, jika pedagang ikan dari luar ditempatkan di pasar baru, maka pedagang ikan yang saat ini berada di dalam akan ikut keluar.
Situasi semakin memanas ketika masing-masing pedagang saling mempertahankan pendapatnya. Ketegangan tersebut akhirnya mendorong Wali Kota untuk mengambil sikap tegas.
Mahyaruddin Salim menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungbalai tetap berpegang pada rencana awal, yakni menempatkan pedagang ikan yang selama ini berjualan di luar ke Pasar Bahagia lama yang dikhususkan untuk pedagang ikan. “Masih banyak meja kosong yang dapat dimanfaatkan di lokasi tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, pedagang ikan yang akan direlokasi mengungkapkan kekhawatiran mereka. Menurut mereka, harga ikan di dalam pasar berbeda dan pedagang lama sudah memiliki pelanggan tetap, sehingga pedagang baru harus memulai dari awal untuk mencari pembeli.
Menanggapi hal itu, Wali Kota memastikan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan setelah relokasi dilakukan. “Kami (Pemko Tanjungbalai) akan terus memantau kondisi para pedagang serta menampung berbagai kendala yang muncul di lapangan,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menegaskan Pasar Bahagia baru atau eks lokasi pemadam kebakaran hanya akan diperuntukkan bagi pedagang ayam, sayur, dan komoditas lainnya, kecuali pedagang ikan.
Pemerintah berharap penataan ini dapat menciptakan pasar yang lebih tertib, rapi, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....