Pemprov Sumut Dorong Impelementasi Program Kolaboratif BKKBN
- 08 Apr 2026 10:23 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong implementasi pembangunan keluarga, dan keluarga berencana (KB) melalui berbagai program strategis. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, khususnya melalui pengelolaan bonus demografi.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumut pada Selasa, 7 April 2026 mengatakan dorongan tersebut diwujudkan melalui sejumlah program kolaboratif.
Rakor dihadiri Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) berkelanjutan, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Maju. Serta program Lansia Berdaya (SIDAYA). Program-program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas keluarga di setiap siklus kehidupan.
“Pembangunan keluarga ditegaskan sebagai fondasi pelaksanaan Asta Cita dan program prioritas nasional. Karena keluarga merupakan titik awal pembentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus indikator akhir keberhasilan pembangunan,” ujar Sulaiman.
| Baca juga: KKSU 2026 Dorong UMKM Sumut Naik Kelas |
Sulaiman menyebut seluruh intervensi kebijakan nasional perlu berbasis keluarga, termasuk melalui penguatan Satu Data Keluarga Indonesia sebagai landasan perencanaan dan pelaksanaan program. Keseimbangan demografi menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional melalui pendekatan peta jalan pembangunan kependudukan (PJPK), Pemprov Sumut berperan dalam pengendalian kuantitas penduduk sekaligus peningkatan kualitas penduduk dan pembangunan keluarga.
“Sinergi provinsi, kabupaten dan kota perlu diperkuat melalui integrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, penguatan perangkat daerah keluarga berencana, optimalisasi peran desa, serta dukungan infrastruktur dan rantai pasok dalam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), khususnya di wilayah daerah 3T,” kata Sulaiman.
Upaya tersebut mencakup penguatan layanan kesehatan reproduksi, program KB komprehensif, pengarusutamaan gender, serta inklusi sosial guna mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....